122.252 KK Miskin di Boyolali Akan Diverifikasi dan Validasi

122.252 KK Miskin di Boyolali Akan Diverifikasi dan Validasi

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 05 Feb 2018 18:50 WIB
122.252 KK Miskin di Boyolali Akan Diverifikasi dan Validasi
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
boyolali - Pemkab Boyolali akan melakukan verifikasi dan validasi data warga miskin, sebagai basic data terpadu (BDT) baru. Data baru ini akan menjadi acuan untuk mendapatkan bantuan pangan non tunai atau e-warong dari Kementerian Sosial.

Berdasarkan BDT, saat ini jumlah warga miskin di Boyolali sebanyak 122.252 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut yang masuk Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di Kemensos, sebanyak 118.428 KK dan sudah berikut nama dan alamatnya.

"Dari data tersebut akan kami verifikasi dan validasi lagi," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali, Sugianto, ditemui usai sosialisasi verifikasi dan validasi BDT tahun 2018 di kantornya, Senin (5/2/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya validasi itu akan mendapatkan data yang akurat. Dari verifikasi dan validasi itu tidak menutup kemungkinan juga,akan ada penambabahan maupun pengurangan. Sebab data itu merupakan BDT tahun 2015 sehingga kemungkinan sudah ada yang tidak miskin lagi, sudah meninggal dunia atau ada warga miskin baru.

"Setelah dilakukan verifikasi dan validasi per 1 Mei (2018) menjadi data tunggal kabupaten Boyolali, ditandatangani Bupati dan diajukan menjadi data Kemensos," katanya.

Dari data tersebut nantinya yang akan dijadikan dasar untuk penyaluran bantuan pangan non tunai atau e-warong dari Kementerian Sosial. Namun, tidak seluruhnya mendapatkan bantuan sosial itu. Hanya 20 persen dari jumlah keluarga miskin.

"Untuk Kabupaten Boyolali yang mendapatkan bantuan sosial ini sebanyak 70.583 KK," jelasnya.

Siapa saja penerima bantuan pangan non tunai, lanjut dia, nantinya yang menentukan dari pemerintah pusat melalui Kemensos, berdasarkan basic data terpadu yang sudah diverifikasi dan divalidasi tersebut.

Bansos tersebut akan menggantikan program beras untuk keluarga sejahtera (Rastra). Setiap bulan, setiap KK miskin yang mendapat bantuan sosial non tunai itu akan mendapatkan uang belanja Rp 110 ribu. Uang itu akan ditransfer ke rekening penerima di bank. Kemudian mereka sendiri yang akan membelanjakannya sesuai kebutuhan di warung yang telah ditunjuk, menggunakan kartu e-warong.

"Untuk kebutuhan pokok, seperti beras, telor, minyak, gula dan lainnya. Kalau nggak dibelanjakan juga nggak akan hangus, tetapi tetap di rekening penerima. Di Boyolali ada 141 warung yang ditunjuk untuk melayani program ini," terang Sugianto.

Program tersebut akan dijalankan jika seluruhnya sudah siap. Saat ini 70.583 KK masih menerima bantuan sosial dalam bentuk beras kelas medium atau Rastra. Rastra bulan Januari 2018 sudah disalurkan dengan jumlah sebanyak 705 ton. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads