DetikNews
Senin 05 Februari 2018, 12:40 WIB

Dua Korban Crane Ambruk di Jatinegara Dimakamkan di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Dua Korban Crane Ambruk di Jatinegara Dimakamkan di Purworejo Peti jenazah Joni Fitriyanto sebelum diberangkatkan ke pemakaman (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Jakarta - Dua dari empat korban tewas akibat crane proyek pengerjaan jalur ganda kereta api di Jatinegara yang ambruk, dimakamkan hari ini di daerah asalnya di Purworejo, Jateng. Keluarga dan kerabat korban tak kuasa menahan duka. Demikian juga teman-teman korban.

Suasana haru mewarnai pemakaman Joni Fitriyanto (19), warga Desa Kedungbatur RT 01 RW 01, Kecamatan Pituruh. Joni merupakan salah satu dari 4 korban meninggal dalam kecelakaan proyek Double Double Track (DDT) di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/2) kemarin.

[Gambas:Video 20detik]


Anak pertama dari 4 bersaudara pasangan Marino (46) dan Paisah (47) baru sekitar 6 bulan bekerja di Jakarta. "Kami sangat kehilangan," tutur Marino kepada detikcom di rumah duka setelah pemakaman korban, Senin (5/1/2018).

Salah satu teman kerja korban, Arvi (23), saat ditemui di pemakaman, menuturkan dia dan Joni berangkat ke Jakarta untuk bekerja di tempat yang sama. Namun pada saat kejadian Arvi sedang mengambil libur cuti selama 2 pekan.

"Saya ambil cuti. Biasanya (kerja) bareng. Saya tahunya juga dari teman lain kalau ada kecelakaan itu, kaget dan sempat nggak percaya," tutur Arvi.

Dua Korban Crane Ambruk di Jatinegara Dimakamkan di PurworejoMakam Deni Eko Prasetyo di Purworejo (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

DI tempat lain, juga dilakukan pemakaman untuk jenazah, Deni Eko Prasetyo (28), warga Desa Kendalrejo, RT 01/ RW 03, Kecamatan Pituruh. Deni juga merupakan salah satu korban crane ambruk tersebut. Jenazah Deni tiba di rumah duka Senin dinihari tadi.

Deni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Sulistyo Budi (50) dan Saniyem (50), yang baru sekitar 1,5 bulan bekerja di Jakarta. "Kami sangat kehilangan, padahal dia baru bekerja sekitar 1,5 bulan di Jakarta," tutur Budi, ayah korban.

[Gambas:Video 20detik]


Budi berharap agar nantinya pihak perusahaan bertanggung jawab penuh atas kecelakaan yang menimpa anaknya. "Semoga pihak perusahaan bertanggung jawab penuh meskipun anak saya belum lama bekerja di sana," lanjut Budi.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed