ADVERTISEMENT

Dwi Meninggal Saat Diksar Mapala, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian

Ristu Hanafi - detikNews
Sabtu, 03 Feb 2018 13:30 WIB
Ibunda menunjukkan foto Dwi semasa hidup. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Polisi telah memeriksa panitia Diksar Mapala Universitas Amikom Yogyakarta. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam kegiatan ini di mana salah seorang pesertanya Dwi Aprilianda (18) meninggal dunia.

"Kita melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam kegiatan diksar itu," ujar Kapolsek Depok Barat, Kompol Sukirin Haryanto, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (3/2/2018).

Haryanto mengatakan ada 4 orang panitia diksar yang diperiksa, Jumat (2/2).

"Panitia kita panggil kemarin tapi belum di-BAP, hanya keterangan awal untuk membuat laporan polisi," tuturnya.

Setelah ada laporan polisi, lanjutnya, saat ini polisi resmi memasuki tahapan penyelidikan.

"Reskrim akan dalami pihak mana yang akan dimintai keterangan lebih dulu, panitia, kampus, atau kemungkinan pihak keluarga, " jelas Haryanto.

Diberitakan sebelumnya, Dwi Aprilianda, mahasiswa semester 1 jurusan D3 Teknik Informatika meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit, Rabu (31/1) sore. Siang harinya, dia mengikuti kegiatan Mapala di Jembatan Babarsari, Depok, Sleman.

Untuk jenazah almarhum sudah dimakamkan Kamis (1/2) siang. Menurut penuturan pihak keluarga, secara fisik tidak tampak tanda kekerasan pada tubuh Dwi. Namun hasil rekam medis, apakah ada indikasi luka dalam, keluarga belum meminta dari rumah sakit. (sip/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT