ADVERTISEMENT

Melihat Lokasi Diksar Mapala Amikom yang Seorang Pesertanya Meninggal

Ristu Hanafi - detikNews
Jumat, 02 Feb 2018 15:12 WIB
Lokasi diksar Mapala Amikom Yogyakarta. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Dwi Aprilianda (18), meninggal setelah mengikuti kegiatan Diksar Mapala yang digelar pihak kampus. Seperti apa lokasi kegiatan yang berada di wilayah Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman tersebut?

"Namanya Jembatan Babarsari, tingginya sekitar 20 meter. Kalau sungainya warga menyebut Sungai Tambakboyo. Kemarin itu yang dipakai kegiatan dari Amikom," kata Suparmo (58), mantan Ketua RT 05 / RW 02.92, Seturan, saat ditemui detikcom di bawah Jembatan Babarsari, Jumat (2/2/2018).

Suparmo setiap hari, mulai pagi hingga malam berada di lokasi tersebut karena memiliki sejumlah kolam untuk budi daya ikan, tepat di bawah Jembatan Babarsari.

Diceritakannya, saat kejadian pada Rabu (31/1) kemarin, sejak pagi dia melihat belasan mahasiswa sudah di bawah jembatan. Belakangan Suparmo baru mengetahui mahasiswa itu berasal dari Amikom Yogya.

"Sekitar 15 orang mungkin, atau lebih. Sejak pagi sudah memasang tali dikaitkan di jembatan menjulur ke bawah, ada 4 atau 5 tali kalau tidak salah. Mereka naik dari bawah ke atas jembatan pakai tali itu," jelasnya.

Lokasi diksar Mapala Amikom Yogyakarta. Lokasi diksar Mapala Amikom Yogyakarta. Foto: Ristu Hanafi/detikcom

Namun saat kejadian Rabu (31/1) sore, Suparmo mengaku tidak berada di lokasi. Dia baru tahu ada seorang mahasiswa yang pingsan setelah diberitahu anaknya.

Mahasiswa itu yang belakangan diketahui bernama Dwi Aprilianda. Setelah ada seorang mahasiswa yang pingsan, kegiatan panjat tali dihentikan.

"Anak saya yang lihat, katanya pingsan, laki-laki pakai kacamata. Sempat ditandu waktu itu pas hujan," ungkapnya.

Suparmo mengaku Jembatan Babarsari memang kerap menjadi lokasi kegiatan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta. Terutama hari Sabtu-Minggu. Salah satunya panjat tali seperti kegiatan mahasiswa Amikom kemarin.

Namun pada umumnya, sambungnya, mahasiswa yang akan berkegiatan di Jembatan Babarsari sering meminta izin dulu kepada dirinya. Untuk kasus Amikom kemarin, dia mengaku mahasiswa tidak meminta izin.

"Ya istilahnya kulo nuwun ya, budaya lokal. Ada yang izin ya saya bersihkan lokasinya, saya siapkan toilet di dekat kolam, ada penerangan lampu kalau malam. Tapi yang Amikom ini langsung berkegiatan, ya saya tak tahu-menahu jadinya ternyata ada korbannya," terangnya.

Ditambahkannya, pada Kamis (1/2) kemarin anggota polisi sudah datang ke lokasi. Pagi tadi juga datang lagi sejumlah polisi untuk memeriksa atas dan bawah jembatan.

"Kemarin ada dari Polsek Depok Timur, tadi pagi jam 10.00 juga ada lagi, pak polisi dari Polsek Depok Barat," imbuhnya. (sip/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT