Kecelakaan lalulintas tersebut terjadi di jalan Prof Soeharso, tepatnya di perempatan Dukuh Asrikamto, Desa Kiringan, Boyolali Kota, Rabu (30/1/2018) siang.
"Dalam kecelakaan tersebut satu orang meninggal dunia di TKP, sedangkan satu orang mengalami luka dan saat ini dirawat di rumah sakit," kata Kanitlaka Satlantas Polres Boyolali, Ipda Utomo, di kantornya.
Korban tewas yakni Kismiatun (48), pembonceng sepeda motor. Sedangkan yang luka-luka yaitu pengendara motor tersebut, Muhamad Imron (36). Keduanya warga Dukuh Gunung, Desa Gunung, Kecamatan Simo, Boyolali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampainya di perempatan Jalan Asrikamto, mereka hendak menyeberang jalan utama jalur lingkar utara Boyolali tersebut. Sedangkan dari arah barat (dari arah Semarang menuju Solo), melaju truk bernopol H 1987 DB, yang dikemudikan Teguh Rahmana (28) warga Dukuh Tegalsari, Desa Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan pun tak dapat dihindarkan. Kedua kendaraan itu pun bertabrakan tepat di bagian depan samping kiri truk.
Akibatnya, pengendara sepeda motor dan pemboncengnya itu pun jatuh terpental. Kismiatun, menderita luka berat di kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Muhamad Imron, mengalami patah kaki kanan.
Oleh warga dan petugas, Muhamad Imron langsung dibawa ke Rumah Sakit PKU Aisyiyah Singkil, Boyolali. Sementara korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali.
"Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, kesimpulan sementara kecelakaan tersebut karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor saat menyeberang jalan utama," jelas Utomo.
Truk dan sepeda motor yang terlibat kecekalaan sudah dibawa ke Mako Satlantas, sebagai barang bukti. Sopir truk juga dibawa ke Satlantas untuk dimintai keterangannya lebih lanjut. (sip/sip)










































