DetikNews
Senin 29 Januari 2018, 15:51 WIB

Ini Penampakan Ekskavator Mini Buatan Kasmin di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Ini Penampakan Ekskavator Mini Buatan Kasmin di Semarang Kasmin dan 'Kasmino' (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Seorang pria di Kota Semarang, Kasmin Riyadi (38), berhasil membuat ekskavator, bahkan sudah diminati pengusaha dan terjual. Pria lulusan Politeknik Negeri Semarang (Polines) itu memberi nama ekskavator buatannya 'Kasmino'.

Kasmin semula bekerja di perusahaan di Jakarta yang bergerak di bidang servis hidrolik industri. Sejak 2005, ia memilih merintis usaha servis hidrolik industri.

[Gambas:Video 20detik]


"Ada pengusaha yang tahu saya sering servis alat berat, terus ada yang coba pesan. Itu tahun 2012 untuk alat peraga," kata Kasmin saat ditemui detikcom di rumah sekaligus bengkelnya, Jalan Nirwanasari Raya Nomor 14C RT 01 RW 01, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Senin (29/1/2018).

Melihat ada yang senang pada hasil karyanya, Kasmin pun terpicu membuat alat berat dan bermimpi bisa bersaing dengan alat berat buatan luar negeri. 'Kasmino' pun hanya bisa memakai bahan asli Indonesia sebesar 30 persen, sisanya masih impor.

"Yang asli Indonesia ragangan (rangka) dan silinder. Kita memang masih tertinggal, motor hidrolik ini yang buat baru Polandia. Kabel ini Italia. Seharusnya sudah ada pengembangan pusat teknologi alat berat, biar tidak impor," ujarnya.

Ini Penampakan Eskavator Mini Buatan Kasmin di SemarangFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Di halaman rumah Kasmin, terpampang ekskavator mini atau bertipe PC 70 berwarna oranye. Buatan luar negeri, alat dengan tipe yang sama memiliki harga kisaran Rp 500 juta, sedangkan 'Kasmino' sekitar Rp 250 juta.

"Yang di rumah ini hanya alat peraga, contoh. Yang sudah dipakai itu ada di Demak, untuk mengeruk tambak agar lebih dalam. Harganya bisa setengah dari buatan luar," ujar pria asli Cilacap itu.

Dengan nama 'Kasmino', dia berharap ekskavatornya mudah diingat dan bisa sejajar dengan produk luar negeri. Penambahan huruf 'o' sendiri agar mirip nama Jepang. "Biar seperti nama Jepang, diberi O. Semoga bisa berjajar dengan Sumitomo, Nagano, atau lainnya. Tapi nama itu juga Indonesia banget," ujarnya.

Untuk membuat satu alat berat seberat sekitar 500 kg itu, Kasmin dibantu empat asisten. Karena semua pengerjaan dilakukan secara manual, waktu yang dibutuhkan 1 sampai 2 bulan.

Lebih lanjut, Kasmin juga mengaku pernah menyurati Presiden Joko Widodo untuk meminta dukungan produksi. Surat yang dikirim pada 15 Juli 2017 itu ditanggapi dan dibalas oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Dalam surat balasan tersebut, Kasmin diminta menghubungi Kementerian Perindustrian. Kemudian Kasmin menghubungi pemerintah daerah dan pernah mengikuti pameran di PRPP Semarang.

"Pak Ganjar (Gubernur Jateng) beli satu lewat Balitbang Jateng," tuturnya.

Ini Penampakan Eskavator Mini Buatan Kasmin di SemarangFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Rabu (31/1) mendatang, Kasmin akan berangkat ke Jakarta untuk mempresentasikan 'Kasmino' di Kemenristekdikti. Ia berharap alat buatannya itu bisa mengikuti program inkubator agar bisa semakin berkembang.

"Kalau sudah bisa membuat ekskavator, saya yakin Indonesia bisa membuat alat-alat berat lainnya karena ini yang paling sulit. Masih banyak anak bangsa yang lebih hebat di luar sana yang bisa membuatnya, Indonesia pasti bisa," tegas Kasmin.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed