Kerap Mengamuk, Pemuda di Pekalongan Ini Dirantai

Kerap Mengamuk, Pemuda di Pekalongan Ini Dirantai

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 29 Jan 2018 15:23 WIB
Kerap Mengamuk, Pemuda di Pekalongan Ini Dirantai
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Akibat kerap mengamuk dan mengganggu tetangganya, seorang pemuda di Kabupaten Pekalongan, terpaksa kakinya dirantai di dalam kamar. Bukan tanpa upaya, pihak orangtua telah berusaha menyembuhkan pemuda ini baik ke Rumah Sakit Jiwa maupun melalui pengobatan lainnya namun belum membuahkan hasil.

Segala cara telah dilakukan, bahkan sampai menghabiskan harta berharga dari orangtua yang hanya sebagai buruh tani ini. Keluarga terpaksa merantainya. Hal itu dilakukan karena terpaksa dilakukan untuk kenyamanan keluarga maupun para tetangga. Pengikatan rantai pada kaki kirinya tersebut telah dilakukan selama lima tahun.

Pemuda malang ini bernama Giras setiawan (25) warga Desa Legok Clile, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Tohjoyo dan Eni Suciati, sudah mengalami gangguan mental sejak kecil.
Kerap Mengamuk, Pemuda di Pekalongan Ini DirantaiFoto: Robby Bernardi/detikcom

Ibu Giras pada detikcom saat ditemui di rumahnya Senin (30/1) mengatakan anak pertamanya tersebut terlahir normal seperti kedua anaknya yang lain. Perilaku aneh anaknya yang sempat belajar di bangku sekolah sampai kelas dua SD ini terjadi setelah usai 5 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu anak saya sakit panas sampai kejang. Sejak saat itu perilakunya berubah. Dia lebih sering menyendiri dan menjadi gampang marah dan mengamuk tanpa sebab," katanya.

Sejak saat itulah kondisi Gilang berubah. Bahkan terpaksa outus sekolah karena kerap mengamuk tersebut.

Eni sendiri sedianya tidak tega melihat buah hatinya dalam kondisi kakinya dirantai di dalam kamar. Namun, semuanya itu dilakukan agar Giras, tidak mengamuk dan mengganggu tetangga ataupun orang yang lewat di depan rumahnya.

"Ya terpaksa mas dilakukan. Sebetulnya tidak tega. Tapi mau bagaimana lagi terpaksa dilakukan," jelas Ibu Giras.

Ditambahkan Tohjoyo, ayah Giras, dirantainya anak pertamanya tersebut juga atas permintaan tetangga, yang kerap diganggu anaknya.

"Giras selalu mengganggu, banyak keluhan dari tetangga karena prilaku giras yang membahayakan orang lain," katanya.

Menurut Tohjoyo, pihaknya sendiri telah berupaya mengobati anaknya baik secara medis maupun dengan cara mendatangi paranormal.

"Hasilnya tetap saja seperti ini. yang penting kita sudah berusaha untuk anak," jelasnya.
Kerap Mengamuk, Pemuda di Pekalongan Ini DirantaiFoto: Robby Bernardi/detikcom

Eni menambahkan sebelum dilakukan rantai, dirinya bersama suaminya kerap membawa anaknya berobat ke Semarang.

"Saat itu ada pengalaman buruk saat naik bus mengantarkan Giras berobat ke Semarang. Hampir satu bus digigit oleh Giras," kata Eni.

Karena mengalami jalan buntu untuk pengobatan anaknya itu, sejak 5 tahun terakhir ini Giras dirantai pada bagian kakinya agar tidak keluar dari rumah. Segala macam kebutuhan, seperti makan, mandi dan ke kamar kecil, dilayani bergantian oleh kedua orangtua yang mencintainya.

Tohjoyo yang hanya sebagai buruh tani tidak mampu lagi mengobati anak tersayangnya. Keluarga ini berharap agar ada bantuan dari pemerintah daerah atau dermawan untuk membantu pengobatan Giras Setiawan ini. (bgs/bgs)


Berita Terkait