Salah seorang warga Wirosari, Solikin mengaku menemukan jasad bayi itu saat sedang mencari biawak di tepi sungai Lusi. Tiba-tiba dia mencium bau busuk. Ternyata tak jauh dari lokasinya berdiri, dia melihat jasad balita.
"Saya mencium bau tak enak awalnya. Begitu saya amati sana sini, saya melihat ada mayat anak perempuan," kata Solikin di lokasi kepada polisi, Jumat (26/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian warga melaporkan peristiwa ke babinsa dan kepala desa setempat. Kemudian, mereka melaporkannya ke Polsek Wirosari.
Saat ditemukan, mayat balita itu mengenakan kaos oblong warna hijau dan celana pendek ungu serta mengenakan perhiasan kalung, anting dan gelang di tangan kiri. Adapun kondisi jasad sulit dikenali. Diperkirakan jasad balita ini sudah terhanyut beberapa hari lalu.
Petugas dari Polsek Polsek Wirosari dan Polres Grobogan sampai di lokasi penemuan. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama tim medis Puskesmas Wirosari, polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada jasad tersebut. Akhirnya, polisi membawa jasad balita itu ke RSUD Purwodadi.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hingga tak lama kemudian, terungkap identitas jasad itu.
"Info ditemukannya mayat sekitar pukul 12.30 WIB, kemudian kami ke TKP, " kata Kapolsek Wirosari AKP Toni Basuki saat dihubungi Detikcom melalui sambungan telepon.
Akhirnya, terungkap identitas jasad itu adalah Nur Hidayah, warga Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, yang masih berusia 1,5 tahun. Beberapa hari sebelumnya, bocah tersebut sudah dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya ke Polsek Pulokulon. (sip/sip)











































