Pasangan ini adalah warga Dusun Tambakselo, Desa Pasekan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Saat detikcom mengunjungi mereka, nampak kamar yang dihuni pasangan ini cukup memprihatinkan.
Mbah Kaembi dan Sainem tinggal di kamar rumah paling belakang berdekatan dengan dapur dan kandang kelinci. Terasa pengap karena ventilisasi hanya seadanya. Pintu masuk juga sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Eko Susanto/detikcom |
Untuk bisa berjalan, Mbah Kaembi harus dibantu tongkat. Dia juga memakai selang alat bantu kencing sejak beberapa waktu lalu. Sedangkna Mbah Sainem tidak bisa beranjak lagi dari tempat tidur. Buang air kecil piun dilakukan di dalam kamar.
"Kalau (Mbah Sainem) buang air kecil di sini, kalau buang air besar biasanya saya kasih plastik," kata Kaembi kepada detikcom, Jumat (26/1/2018).
Giyanto, anak yang tinggal serumah, mengaku bahwa kedua orangtuanya telah sakit sejak beberapa tahun lalu. Salah satu alasan tidak dibawa menuju rumah sakit adalah karena tidak ada biaya.
"Dulu Bapak telah diobatkan ke mana-mana. Kalau sekarang, bapak minta di kamar belakang, alasannya kalau ada tamu biar nggak mengganggu saat buang-buang," kata Giyanto.
Foto: Eko Susanto/detikcom |
Kepala Dusun Tambakselo, Wahyu, mengatakan pihak dusun telah memberikan perhatian terhadap keduanya berupa pemberian beras sejahtera (rastra). "Mbah Kaemi dan Mbah Sainem tiap bulan mendapatkan Rastra dan perhatian lain," kata dia.
Sedangkan Kepala Desa Pasekan, Juli, mengatakan pihak desa juga telah memberikan perhatian. Selain Rastra, keduanya juga mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH). (mbr/mbr)












































Foto: Eko Susanto/detikcom
Foto: Eko Susanto/detikcom