Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupateb Jepara, Sudiyatno menuturkan bahwa gelombang tinggi terjadi sejak dua pekan terakhir.
"Gelombang tinggi masih terjadi. Kami berharap bagi nelayan jika melaut 2 sampai 3 mil saja. Mengingat gelombang bisa datang secara mendadak," ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (25/1/2018)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harapkan tetap berhati-hati. Lihat kondisi jika sedang melaut," paparnya.
Marwan, seorang nelayan di Kelurahan Demaan mengaku berhenti total tidak melaut lebih dari dua pekan. Selama ini, dirinya menganggur tidak bekerja.
"Kapal saya kecil, kalau nekat melaut bisa njempalik (terbalik). Jadi menganggur saja," katanya, saat ditemui di dermaga kapal nelayan Kelurahan Demaan.
Menurutnya, jika nekat melaut, hasil tangkapan tidak sesuai target.
"Kalau melaut biasanya butuh modal Rp2 juta sampai Rp 3 juta. Itu untuk melaut seminggu. Hasilnya bisa Rp 6 juta. Tapi kalau kondisi seperti ini, tidak bisa menututp modalnya," pungkasnya. (sip/sip)










































