"Terkait dengan penemuan mayat di dekat waduk Cengklik kemarin, kami sudah mendapatkan identitas korban," kata Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi kepada para wartawan ditemui usai pemberian santunan anak yatim di Panti Marhaen, Boyolali, Selasa (23/1/2018).
Korban diketahui bernama Dera Dewanti Dirgahayu (38) warga Jalan Berlian III/D-297-A, Tembalang, Kota Semarang. Perempuan kelahiran Salatiga, 12 Maret 1979 itu bekerja sebagai karyawati BPR Citra Dewi di Colomadu, Kebupaten Karanganyar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban bertempat tinggal di rumah tersebut sendirian," jelasnya.
Dia mengatakan, autopsi terhadap jenazah korban sudah selesai dilakukan. Penyebab kematian karena kekurangan oksigen karena saluran pernafasan yang disumbat. Yaitu, mulut korban yang disumbat kain oleh pelaku.
"Pihak keluarga korban sudah datang kesini (Boyolali) dan sudah kami jelaskan kronologinya. Setelah dilakukan autopsi, jenazah korban kita serahkan kepada keluarganya dan sesuai permintaannya pagi ini dibawa ke rumahnya di Semarang," kata Aries Andhi.
Seperti diberitakan, sesosok mayat perempuan ditemukan tergeletak di pinggir jalan masuk menuju ke obyek wisata waduk Cengklik, Dukuh Ngargorejo, Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Tangannya diikat, mulut disumpal kain dan diikat menggunakan sabuk. Di lehernya juga ditemukan bekas jeratan.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang ibu, Jiyem (55), sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu warga Dukuh Buntungan, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak sedang jalan-jalan pagi.
Korban memiliki ciri-ciri berumur sekitar 35 tahun, kulit putih bersih dengan rambut lurus sebahu disemir merah. Korban memiliki tinggi badan sekitar 150 cm.
Setelah dilakukan olah TKP dan identifikasi oleh Inafis Polres Boyolali, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk dilakukan autopsi. (bgs/bgs)










































