DetikNews
Selasa 23 Januari 2018, 10:01 WIB

Danau Dadakan di Luweng Blimbing Gunungkidul 'Hilang'

Usman Hadi - detikNews
Danau Dadakan di Luweng Blimbing Gunungkidul Hilang Foto: Usman Hadi/detikcom
gunungkidul - Air di danau Luweng Blimbing, Semanu, Gunungkidul mendadak hilang. Air danau yang sebelum memenuhi luweng Blimbing di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu itu sebelumnya penuh.

Hal itu terjadi ketika terjadi banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi saat wilayah DIY dilanda Badai Cempaka bulan November 2017 lalu. Permukaan air di luweng tersebut penuh dan menjadi danau. Warga pun kaget dengan fenomena alam itu. Namun dua bulan kemudian air danau mulai surut, bahkan saat ini airnya mendadak hilang.

Hilangnya air di luweng tersebut terjadi pada Minggu (21/1/2018) siang. Air yang semula hampir memenuhi luweng habis. Tak hanya itu, luas luweng juga melebar beberapa meter karena bagian pinggir luweng terdampak longsor.

"Air di luweng (surut) sejak Minggu (21/1/2018) dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB," kata salah satu warga setempat, Suharto, saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa (23/1/2018).

"Tidak hanya airnya (danau dadakan) habis, sebelah sisi timur luweng juga mengalami longsor sehingga lubang (luweng) tambah melebar," lanjutnya.

Ketika volume air di Luweng Blimbing menyusut, lanjut Suharto, di sekitar lokasi sempat terdengar suara gemuruh. Suara itu adalah air yang masuk ke dalam lubang dasar luweng, selang beberapa saat kemudian air di permukaan hilang.

Kepala Desa Pacarejo, Suhadi menambahkan, pihaknya sudah meminta masyarakat untuk berhati-hati saat beraktifitas di sekitar luweng. Sebab, di beberapa titik lokasi luweng tidak ada pembatasan atau pengaman.

"Kami imbau masyarakat berhati-hati. Apalagi sekarang ini mulai banyak wisatawan yang berkunjung ke luweng," ungkapnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lanjut Suhadi, pihaknya akan segera melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Pihaknya juga sudah meminta tenaga ahli dari pemkab untuk meneliti fenomena ini.

"Karena kalau (pemerintah) desa jelas tidak mungkin melakukan penelitian karena anggarannya terbatas. Kami mohon ada solusi untuk peristiwa ini karena (luweng) terus melebar," jabarnya.

Sebagaimana diketahui, Luweng Blimbing dipenuhi air sejak banjir tanggal 28 November 2017 lalu. Setelahnya, luweng tersebut menjadi obyek wisata dadakan. Namun saat ini air di luweng tersebut mendadak hilang.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed