Di hadapan perserta apel akbar GP Ansor dan Banser di Brebes, Jawa Tengah, lelaki yang akrab disapa Gus Tutut tersebut menegaskan bahwa secara organisasi, GP Ansor dan Banser harus bersikap netral. Dia melarang kadernya berpolitik dukung mendukung menggunakan organisasi.
Namun, meskipu bersikap netral secara organisasi, GP Ansor maupun Banser membebaskan kadernya menentukan hak pilihnya sesuai dengan hati nuraninya. Apalagi jika ada kader GP Ansor maupun Banser yang mencalonkan diri maka GP Ansor akan siap untuk memberikan dukungannnya.
"Ini ada kecualinya. Bila ada kader Ansor Banser yang mengabdi melalui kontestasi pilihan-pilihan itu, akan didukung selama menggunakan cara berpolitik yang akhlakul karimah," kata Yaqut kepada wartawan di Brebes, Sabtu (20/1/2018).
Lebih lanjut Gus Tutut mengapresiasi banyaknya kader kader NU yang terjun di dunia politik dan maju di Pilkada. Jika ada partai yang mengajukan kader NU dalam pilkada, menurutnya, itu menandakan NU sudah diperhitungkan dan dianggap layak.
"NU tidak akan pecah gara-gara ada kader yang bersaing dalam Pilkada. NU tetap bersatu meski banyak kader yang bersaing di Pilkada," tandasnya. (mbr/mbr)











































