DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 20:32 WIB

Ini Batasan Netralitas GP Ansor dalam Menghadapi Pilkada

Imam Suripto - detikNews
Ini Batasan Netralitas GP Ansor dalam Menghadapi Pilkada Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya harus bersikap netral dalam kontestasi politik, termasuk dalam Pilkada. Namun netralitas itu ada perkecualiannya. Apa itu?

Di hadapan perserta apel akbar GP Ansor dan Banser di Brebes, Jawa Tengah, lelaki yang akrab disapa Gus Tutut tersebut menegaskan bahwa secara organisasi, GP Ansor dan Banser harus bersikap netral. Dia melarang kadernya berpolitik dukung mendukung menggunakan organisasi.

Namun, meskipu bersikap netral secara organisasi, GP Ansor maupun Banser membebaskan kadernya menentukan hak pilihnya sesuai dengan hati nuraninya. Apalagi jika ada kader GP Ansor maupun Banser yang mencalonkan diri maka GP Ansor akan siap untuk memberikan dukungannnya.

"Ini ada kecualinya. Bila ada kader Ansor Banser yang mengabdi melalui kontestasi pilihan-pilihan itu, akan didukung selama menggunakan cara berpolitik yang akhlakul karimah," kata Yaqut kepada wartawan di Brebes, Sabtu (20/1/2018).

Lebih lanjut Gus Tutut mengapresiasi banyaknya kader kader NU yang terjun di dunia politik dan maju di Pilkada. Jika ada partai yang mengajukan kader NU dalam pilkada, menurutnya, itu menandakan NU sudah diperhitungkan dan dianggap layak.

"NU tidak akan pecah gara-gara ada kader yang bersaing dalam Pilkada. NU tetap bersatu meski banyak kader yang bersaing di Pilkada," tandasnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed