DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 16:12 WIB

Warga Sukoharjo Beri Waktu Sebulan untuk PT RUM Atasi Polusi Udara

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Warga Sukoharjo Beri Waktu Sebulan untuk PT RUM Atasi Polusi Udara Hasil kesepakatan (Foto: istimewa)
Sukoharjo - Massa di depan DPRD Sukoharjo akhirnya sepakat memberi waktu satu bulan kepada PT Rayon Utama Makmur (RUM) untuk menuntaskan persoalan polusi udara. Kesepakatan dihasilkan setelah dilakukan mediasi yang alot selama tiga jam.

Mediasi berlangsung di dalam gedung DPRD Sukoharjo sejak pukul 10.00 WIB hingga waktu salat Jumat. Seusai salat, mediasi dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan antara PT RUM dengan perwakilan warga.

Adapun mediasi dipimpin oleh Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto. Mediasi juga diikuti Bupati Sukoharjo Wardoyo dan jajaran TNI-Polri.

Baca juga: Terdampak Bau Busuk Limbah PT RUM, Warga Demo di DPRD Sukoharjo

Werga Sukoharjo Beri Waktu Sebulan untuk PT RUM Atasi Polusi UdaraSuasana mediasi oleh DPRD Sukoharjo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Usai penandatanganan, Nurjayanto sebagai Ketua DPRD naik ke atas podium membacakan hasil kesepakatan. PT RUM siap menghentikan sementara proses produksinya jika masih mengeluarkan bau busuk.

"Apabila dalam waktu satu bulan PT RUM belum dapat menghilangkan dampak bau tersebut, PT RUM bersedia menghentikan sementara proses produksinya sampai dengan membuat instalasi sulfur acid H2SO4 recovery," kata Nurjayanto.

Sementara, Presiden Direktur PT RUM, Pramono, mengatakan pihaknya telah berusaha meminimalkan dampak bau yang dihasilkan dalam proses produksi serat kain sintetis. Pihaknya telah didampingi tim ahli dalam mengatasi polusi tersebut.

Dia juga mengatakan pihaknya tengah dalam proses mendatangkan mesin dari Denmark yang dapat menghilangkan bau. Sayangnya, mesin diperkirakan dapat beroperasi satu tahun mendatang.

"Penyebab baunya karena zat H2S. Mesin ini dapat mengubahnya menjadi H2SO4. Untuk sementara, kita didampingi para pakar meminimalkan bau dengan cara memasukkan mikroba ke dalam limbah dan dengan cara pengkabutan. Kemarin sudah kita coba dapat menekan bau," katanya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed