DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 13:38 WIB

KPU Grobogan Akui Partisipasi Pilkada di Wilayahnya Masih Rendah

Akrom Hazami - detikNews
KPU Grobogan Akui Partisipasi Pilkada di Wilayahnya Masih Rendah Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Grobogan - KPU Grobogan mengakui angka partisipasi dalam pilkada di wilayahnya masih rendah. Pada Pilgub Jateng 2013, tercatat partisipasi di Grobogan hanya 45,78%.

"Data yang dimiliki KPU, pada penyelenggaraan Pilgub 2008 partisipan pemilih hanya mencapai 50,7 %. Selanjutnya pada Pilgub 2013, partisipan justru menurun 45,78 %. Berdasarkan data tersebut, KPU Grobogan khawatir jumlah partisipan kembali merosot pada Pilgub 2018," ujar Ketua KPU Grobogan Afrozin saat dihubungi detikcom, Jumat (19/1/2018).

Sedangkan di Pemilu Legislatif, Pilpres, dan Pilbup Grobogan, kata dia, tingkat pemilih mencapai sekitar 70%. Dengan demikian terlihat jika warga Grobogan kurang antusias menghadapi Pilgub Jateng.

Beberapa usulan seperti memperluas sasaran sosialisasi dan pemberian pendidikan politik pada pemilih terus diupayakan. Termasuk usulan memberikan sosialisasi Pilgub di khotbah Jumat khusus untuk mengingatkan pentingnya memberikan hak pilihnya.

"Yakni dengan menyosialisasi Pilgub Jateng melalui khotbah salat Jumat di seluruh masjid," kata Afrozin.

Menurutnya, sosialisasi lewat khotbah merupakan upaya meningkatkan pemilih di Pilgub. Terkait hal itu, pihaknya masih melakukan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). KPU dan MUI akan membentuk tim khusus yang bertugas membuat materi khotbah Salat Jumat.

Nantinya materi tersebut akan disebar ke seluruh masjid di Kabupaten Grobogan. Selain itu, KPU juga akan menjalin kerja sama dengan ormas Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan seluruh takmir masjid se-Grobogan.

Kerja sama itu untuk melancarkan jalannya sosialisasi. Materi khotbah akan disebar di masjid yang tersebar di 280 desa di 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan.

"Utamanya, masjid alun-alun kabupaten, masjid utama desa, dan lainnya," ungkapnya lebih lanjut.

Di antara materi khotbah, jelasnya, terdapat pembahasan soal Pilgub Jateng, hukum memilih pemimpin, hukum berpolitik uang, mencari sosok pemimpin yang baik, dan sejenisnya. KPU Kabupaten Grobogan menargetkan dari kegiatan sosialisasi di masjid itu akan terjadi peningkatan pemilih sampai 60% atau 70 %.

Sejauh ini, kegiatan sosialisasi sebagaian besar sudah dilakukan. Selain melalui khotbah, juga akan dilakukan pada kegiatan di tingkat desa sampai RT dan RW. Sedangkan kendala yang masih dihadapi adalah persoalan anggaran dan pragmatisme masyarakat.

Banyak warga yang mau memilih datang ke TPS bila ada uangnya. Persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab KPU, tapi juga Afrosin berharap partai politik ikut andil memberikan pendidikan politik untuk menolak politik uang.

"Persoalan klasik itu masih sering muncul. Kami harap seluruh pihak bekerjasama agar persoalan tersebut dapat diatasi," ujarnya.

Diperkirakan ada 120 ribu pemilih pemula dalam Pilgub Jateng 2018 di Grobogan. Angka tersebut masuk di antara 1,105 juta jumlah total pemilih di Kabupaten Grobogan.

"Terjadi kenaikan sekitar 20 persen untuk pemilih pemula. Namun, data tersebut masih bisa berubah mengingat belum dilakukan validasi data," tuturnya.
(sip/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed