DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 18:09 WIB

Polisi Selidiki Pelaku Corat-coret di Puncak Merbabu

Ragil Ajiyanto - detikNews
Polisi Selidiki Pelaku Corat-coret di Puncak Merbabu Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi. Foto: Ragil Ajiyanto
Boyolali - Polres Boyolali menyelidiki aksi vandalisme di Gunung Merbabu. Khususnya corat-coret yang ditemukan pada tugu baru di puncak Triangulasi.

"Kami bersama pengelola Gunung Merbabu (Balai Taman Nasional Gunung Merbabu), berupaya mengumpulkan informasi berkait temuan aksi vandalisme tersebut," ujar Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi ditemui di kantornya Jalan Solo-Semarang KM 24, Mojosongo, Boyolali, Rabu (17/1/2018).

Pihaknya sudah mengirimkan anggota ke puncak Merbabu untuk melakukan pengamatan langsung pada tugu tersebut. Polisi menemukan salah satunya tulisan yang bentuknya menyerupai lambang suatu organisasi yang sudah dilarang di Indonesia.

Selain itu, lanjut Aries, polisi juga berupaya untuk mengumpulkan informasi siapa saja yang pertama menemukan coretan di tugu tersebut. Keterangannya kemudian dikroscek dengan daftar pendaki sebelum ditemukan coretan itu.

Aries melanjutkan pada tugu itu juga ditemukan tulisan yang menunjukkan identitas sebuah lembaga pendidikan di Solo. Temuan ini juga didalaminya.

"Ini menjadi sumber informasi kami nantinya untuk melakukan pendalaman terkait kejadian itu," imbuhnya.

Meski begitu Aries menegaskan pihaknya tidak bisa langsung menyimpulkan pelaku vandalisme ini. Karena bisa saja coretan itu sudah ada sebelum mereka membubuhkan identitas mereka pada tugu tersebut.

"Itu semua sedang kami selidiki. Semua informasi itu kita kelola dan akan kita lakukan kroscek. Semoga bisa segera terkuak atau ditemukan siapa yang melakukan aksi (vandalisme) tersebut dan apa motifnya," kata Aries.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada para pendaki baik di gunung Merbabu maupun Merapi, untuk menaati semua peraturan yang ada selama melakukan pendakian. Selain itu juga tetap menjaga alam dan aset-aset yang dipasang pihak pengelola.

"Kami bersama BTNGMb, berharap para pendaki tidak melakukan tindakan yang merusak aset yang ada di gunung tersebut. Mari kita bersama-sama memelihara tugu atau tanda-tanda yang dipasang oleh pengelola Taman Nasional, sehingga dapat digunakan, dimanfaatkan oleh para pendaki," imbaunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi vandalisme terjadi di gunung Merbabu. Tugu di Puncak Triangulasi yang baru dibangun Desember 2017 lalu, ditemukan sudah rusak dicorat-coret. Pada bagian pondasi, semennya sudah ada yang rusak.

Tugu itu dicorat-coret dengan menggunakan tulisan Arab. Kemudian gambar Bendera Merah Putih di tugu itu ditulis kata 'kafir'.

Video kerusakan akibat vandalisme di tugu Puncak Triangulasi itu pun diunggah ke akun instagram dan viral. Selain di tugu tersebut, aksi vandalisme juga terjadi di pos bayangan 1 jalur Cuntel. Di tiang-tiang bangunan pos hingga papan peringatan tak luput dari tangan jahil.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed