Pasar Wisata Sangkrah Solo Diresmikan, Pedagang Suvenir Belum Siap

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 16 Jan 2018 16:37 WIB
Peresmian Pasar Sangkrah (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Pemkota Surakarta meresmikan Pasar Sangkrah yang selesai dibangun akhir tahun lalu. Pasar yang bersebelahan dengan Stasiun Kota itu diproyeksikan menjadi pasar wisata. Namun saat diresmikan banyak kios yang masih kosong.

Stasiun Kota merupakan stasiun yang dilewati oleh dua kereta wisata di Solo, yakni Sepur Kluthuk Jaladara dan KA Batara Kresna. Wisatawan diharapkan bisa mampir ke Pasar Sangkrah untuk mencicipi kuliner Solo maupun membeli oleh-oleh dan suvenir.

Kepala Dinas Perdagangan Surakarta, Subagiyo, mengatakan telah menyiapkan 20 kios di lantai dua. Beberapa kios di antaranya akan diperuntukkan khusus untuk kuliner dan suvenir.

"Nanti sebelah kanan kuliner, sebelah kiri handycraft dan kelontong," ujar Subagiyo usai peresmian pasar, Selasa (16/1/2018).

Pantauan detikcom, hanya beberapa kios yang sudah buka pada saat peresmian. Namun menurut Subagiyo, kios-kios tersebut sudah ada yang menempati.

"Sudah isi semua. Semua pedagang lama. Ini mereka masih mencari-cari mau jualan suvenir apa. Sedang kita dampingi," katanya.

Pasar Wisata Sangkrah Solo Diresmikan, Pedagang Suvenir Belum SiapKios yang masih kosong (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Pasar Sangkrah berdiri di atas lahan seluas 1.112 meter persegi milik PT KAI. Terdapat 20 kios, 183 los, 40 los daging dan 36 pedagang pelataran. Revitalisasi pasar di Kelurahan Sangkrah itu menelan dana Rp 16,7 miliar dari APBD.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mengaku tidak mempermasalahkan letak pasar yang berada di tanah PT KAI. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar pasar tersebut tidak digusur.

"Kalau mau dikelola pemerintah pusat tidak masalah. Yang penting pedagang saya bisa tetap jualan di situ," ungkap Rudy.

"Ini kan baru pertama kali dibangun. Kalau melihat situasinya dulu memprihatinkan, pakai payung yang sudah rusak, kehujanan, sehingga banyak dagangan rusak. Kemarin kita paksa bangun," tutupnya. (mbr/mbr)