DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 12:06 WIB

Meninggal di Malaka, TKI Ilegal Asal Grobogan Kesulitan Dipulangkan

Akrom Hazami - detikNews
Meninggal di Malaka, TKI Ilegal Asal Grobogan Kesulitan Dipulangkan Percakapan terakhir Tasmi dengan kerabatnya. (Foto: Akrom Hazami/detikcom)
Grobogan - Tasmi (43 tahun), warga Desa Sumberagung RT 3 RW 1, Godong, Grobogan, meninggal dunia di Malaysia pada 2 Desember 2017. Namun sampai sekarang, jenazahnya masih belum bisa dipulangkan karena diduga berangkat sebagai TKI secara ilegal.

Camat Godong, Bambang Haryono, mengatakan pihaknya memperoleh kejelasan soal meninggalnya Tasmi dari KBRI di Malaysia melalui surat pada 4/1 lalu. Dalam surat itu dijelaskan Tasmi meninggal karena sakit, dilengkapi hasil otopsi rumah sakit. "Jenazahnya ada di RS Malaka," kata Bambang kepada wartawan, Sabtu (13/1/2018).

Tasmi berasal dari keluarga miskin, sudah 4 tahun terakhir merantau ke Malaysia sebagai TKI. "Kerja di Malaysia, sudah empat tahun. Dia anak saya satu-satunya, dia janda," kata Sripah, ibunda Tasmi, saat ditemui di rumahnya.

Tasmi terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga akhir November tahun lalu, lewat pesan singkat dan telepon kepada Sukarman, salah seorang kerabat. Dalam percakapan itu, Tasmi minta dikirimi uang untuk biaya berobat. Permintaan itu tidak bisa dipenuhi karena kondisi ekonomi ibunya juga kurang menguntungkan. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi hingga mendapat kabar duka dari KBRI di Malaysia.

Meninggal di Malaka, TKI Ilegal Asal Grobogan Kesulitan DipulangkanSripah, berkerudung putih. (Foto: Akrom Hazami/detikcom)

Kepala Disnakertrans Grobogan, Nurwanto, mengatakan kelengkapan administrasi Tasmi sedang disiapkan sebagai salah satu persyaratan untuk memulangkan jenazah. "Dukungan admnistrasi diperlukan karena dari hasil penelusuran yang dilakukan, Tasmi diduga berangkat ke Malaysia tidak lewat jalur resmi," kata Nurwanto.

Pihaknya hingga kini tidak menemukan perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Tasmi. Dari keterangan keluarga, Tasmi berangkat ke Malaysia sekitar tahun 2012. Tasmi sempat bekerja di Kudus dan kemudian berkenalan dengan seorang teman asal Surabaya. Oleh temannya itulah, Tasmi diajak pergi ke Malaysia.

"Pihak keluarga juga tidak tahu berangkatnya lewat perusahaan mana. Mereka tahunya, Tasmi pergi kerja ke Malaysia karena diajak temannya," jelasnya.

Dikatakannya bahwa dari informasi yang diterima, pihak rumah sakit di Malaysia juga sempat kesulitan menemukan indentitas lengkap Tasmi karena ternyata juga tidak memiliki paspor. Setelah hampir satu bulan ditelusuri, identitas Tasmi akhirnya bisa diketahui. Yakni, dari adanya salinan ijazah SD milik Tasmi yang dibawanya.

"Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memulangkan jenazahnya. Tapi, ini mesti butuh proses. Hal ini juga sudah kita laporkan pada pihak BNP2TKI dan BP3TKI. Mudah-mudahan, jenazahnya bisa segera bisa dipulangkan," pungkasnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed