Pemda DIY Anggarkan Rp 80 M Garap Sisi Barat Malioboro

Edzan Raharjo - detikNews
Selasa, 09 Jan 2018 19:42 WIB
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Revitalisasi kawasan Malioboro Yogyakarta masih akan berlanjut hingga 2019 mendatang. Revitalisasi pedestrian sisi timur jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta telah selesai dilakukan.

Tahap berikutnya untuk tahun 2018 ini revitalisasi pembangunan pedestrian di sisi barat dan juga menyelesaikan eks Bioskop Indra. Eks Bioskop Indra nantinya akan dipergunakan untuk menampung pedagang kaki lima (PKL).

Plt Kepala Dinas PUP-ESDM DIY, Muhammad Mansur mengatakan untuk tahun 2018 akan menyelesaikan pedestrian sisi barat Malioboro di penggal Malioboro, jalan Margomulyo dan jalan Pangurakan. Kemudian penyelesaian gedung eks Bioskop Indra yang akan digunakan untuk PKL, kuliner. Selain itu untuk penampungan barang-barang PKL seperti peti-peti untuk mengurangi tenda-tenda yang saat ini banyak terlihat.
Pemda DIY Lanjutkan Garap Pedestrian Sisi Barat MalioboroFoto: Edzan Raharjo/detikcom

"Anggaran untuk Rp 40 M (eks Bioskop Indra), untuk pedestrian kurang lebih Rp 35 miliar, ya antara Rp 75-80 M, ya kira-kira,"k ata Mansur usai pencanangan pemanfaatan pedestarian Malioboro (Pasar Beringharjo-Titik Nol) dan toilet di Museum Sonobudoyo atau eks Gedung KONI DIY, Selasa (9/1/2017).

Pihaknya mengakui bahwa eks Bioskop Indra memang belum bisa menampung seluruh PKL Malioboro. PKL Malioboro akan dilakukan penataan. Eks Bioskop Indra rencananya akan dibangun 3 lantai. Pedestrian Malioboro dan pembangunan di eks bioskop Indra ditargetkan selesai tahun 2019.

"Prinsipnya tidak menggusur, tetapi lebih menata," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono menyatakan dengan penataan eks Bioskop Indra, bisa menjadi kekuatan baru di Malioboro. Tetapi masalah lahan parkir harus dipikirkan karena jika tidak disiapkan bisa menjadi problem baru.

Terkait peti-peti (gerobak) PKL agar dibuatkan tempat tersendiri untuk menampung barang-barang PKL. Sehingga tidak ada lagi peti-peti atau semacam gerobak PKL yang terpajang di Malioboro. Tetapi peti-peti PKL sudah ditempatkan disuatu tempat seperti loker untuk menaruh barang.

"Kalau Malioboro sudah selesai, kita juga harus menyelesaikan Tugu ke selatan, sekaligus juga di jalan Senopati, KH Ahmad Dahlan, jalan Jenderal Sudirman dan jalan Diponegoro. Harapan saya tahun ini mestinya sudah memulai untuk akses jalan di sirip-sirip Malioboro," kata Sultan. (bgs/bgs)