detikNews
Selasa 09 Januari 2018, 18:40 WIB

Kata Wisatawan Setelah Jajal Toilet Mewah di Yogya

Edzan Yogyakarta - detikNews
Kata Wisatawan Setelah Jajal Toilet Mewah di Yogya Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Toilet umum mewah yang dibangun di bawah tanah (underground) bertaraf internasional di jalan Senopati Yogyakarta sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Para wisatawan yang sedang berada di sekitar lokasi terlihat banyak yang mencoba toilet yang pembangunannya menelan biaya Rp 5,8 miliar tersebut.

Salah satu wisawatan, Ami (35) mengatakan baru sekali ini melihat ada toilet bawah tanah dengan fasilitas yang mewah. Ia mengaku sebelumnya belum pernah melihat toilet seperti itu, di daerah lain ia juga belum pernah menemukannya.

"Nyaman, bersih, enak, gak panas. Enak, adem, fasilitasnya nyaman," kata Ami, wisatawan asal Jombang, Jawa Timur usai dari toilet tersebut, Selasa (9/1/2017).

Wisatawan lain, Supriyo (40) juga mengaku baru kali ini masuk di toilet bawah tanah dan fasilitasnya bagus. Kondisi airnya dinilai bersih dan masih lancar. Ia berharap toilet tersebut bisa dijaga kebersihannya sehingga terus nyaman.

"Airnya bersih, ada tisunya. Belum pernah lihat ini," kata Supriyo asal Lumajang, Jawa Timur itu.

Kepala Pelaksana Proyek Pembangunan Toilet Bawah TanahTitik Nol Malioboro, Wintawan Alka Putranto mengatakan terkait dengan air yang dinilai oleh Sultan HB X kurang keras atau kurang kencang, hal itu karena otomatis. Air diawal memang pelan tetapi setelah itu akan mengalir kencang secara otomatis. Áir untuk toilet tersebut menggunakan air dari PDAM.

"Itu otomatis, jadi kencangnya itu di belakangan, ada pelannya terus kenceng. Hanya tadikan belum nyampai ke kencengnya itu," kata Wintawan Alka Putranto.

Menurutnya, toilet ini untuk sementara beroperasi dari pukul 9.00 WIB sampai malam pukul 21.00 WIB. Sebelumnya toilet sudah pernah diujicobakan tanggal 30-31 Desember 2017 kemudian ditutup lagi untuk persiapan peresmian. Untuk fasilitas difable star lift wheelchair ini diimpor dari Swedia.

Plt Kepala Dinas PUP-ESDM DIY, Muhamad Mansur mengatakan untuk tahun pertama pengelolaan toilet masih ditanggung Pemda DIY. Untuk sementara belum dikenakan tarif alias masih gratis karena masih ditanggung Pemda DIY. Karena untuk menentukan tarif harus ada regulasi yang harus melalui SK Gubernur.

"Untuk tahun pertama masih kami yang mengelola. (pengelolaan) Nanti kita bisa kerjasama dengan pihak ketiga, yang seperti cleaning service itu," kata Mansur.


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com