Pelaku yang diperkirakan berjumlah 4 orang itu lari tunggang langgang, setelah warga memukul ketongan atau kentong titir dan melakukan pengejaran.
Satu unit mobil pikap yang digunakan mencuri dan dua ekor sapi yang hendak dicurinya ditinggal di lokasi kejadian. Bahkan, mobil berplat nomor AD 1858 UZ itu sempat menjadi pelampiasan kemarahan warga.
"Pelaku berhasil kabur dan sekarang masih dalam pengejaran petugas," ujar Kapolsek Boyolali Kota AKP Setyo Budiono di kantornya Selasa (9/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu ekor sapi sudah berhasil dinaikkan ke mobil pencuri. Sedangkan satu ekor sapi belum dan masih di samping mobil pikap," jelas Setyo.
Sapi yang belum berhasil dinaikkan itu mengalami patah tulang pada kedua kakinya bagian belakang. Diduga, sapi itu jatuh saat dipaksa pelaku naik ke mobil.
Aksi pencurian hewan ternak itu ketahuan setelah korban terbangun dari tidurnya karena mendengar pedetnya melenguh. Kemudian korban mengecek ke kandangnya yang berada di samping rumah.
"Korban mengecek membawa lampu senter dan dilihat sapinya di kandang sudah tidak ada. Kemudian melihat satu ekor sapi sudah ada di atas mobil pikap ini. Selanjutnya korban berteriak," kata dia.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung bangun dan keluar rumah. Sebagian langsung memukul ketongan, kentong titir sehingga warga yang terbangun semakin banyak. Mereka langsung menuju rumah korban dan mengejar para pelaku.
"Pelaku sekitar 4 orang, berhasil kabur ke sawah-sawah," imbuhnya.
Warga yang emosi sempat melampiaskan dengan merusak mobil pelaku yang ditinggal di lokasi kejadian. Kaca depan dipukuli hingga retak-retak. Beruntung, petugas yang segera datang ke lokasi. Emosi warga bisa diredam.
Barang bukti mobil kemudian dibawa ke Mapolsek Boyolali Kota untuk penyelidikan lebih lanjut. Di dalam mobil terdapat satu sarung, satu celana dan dua ikat dadung (tali tambang untuk ternak). Sedangkan barang bukti dua ekor sapi senilai sekitar Rp 26 juta itu kini dititipkan di pemiliknya.
"Pelaku saat ini masih dalam penyelidikan," pungkasnya. (sip/sip)










































