"Benar, telah terjadi orang meninggal karena gantung diri pada Senin (8/1/2018) pukul 06.00 WIB. Penyebabnya diduga karena sakit menahun," jelas Kapolsek Tepus, AKP Mustaqim saat dihubungi detikcom, Senin (8/1/2018).
Mustaqim menjelaskan, kejadian ini berawal saat korban bersama istrinya, Tumpen (65), bangun sekitar pukul 05.00 WIB untuk melaksanakan salat subuh. Namun karena korban terlebih dulu ke kamar mandi, Tumpen memutuskan salat seorang diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yem, aku wis ora bakal ketemu awakmu maneh (Yem, saya tidak akan bertemu denganmu lagi)," kata Mustaqim menirukan ucapan perpisahan korban kepada istrinya.
Saat sedang terlalap, Tumpen mendengar suara kursi jatuh di dalam rumahnya. Setelahnya, Tumpen keluar kamar dan sudah mendapati suaminya sudah dalam kondisi menggantung di kayu blandar rumahnya.
"Saksi I (Tumpen) berteriak dan suaranya terdengar saksi II (Pawiro Sentono). Kemudian salah satu warga melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tepus," ungkapnya.
Setelah mendapat laporan, jajaran polsek dan petugas medis Puskesmas Tepus mendatangi lokasi. Berdasarkan pemeriksaan petugas, tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuh korban.
"Barang bukti kasus gantung diri ini yakni kain sarung motif kotak-kotak yang diduga digunakan korban untuk gantung diri. Selama ini memang diketahui korban mempunyai riwayat sakit menahun," pungkas dia. (sip/sip)











































