Pantauan di lapangan, proses pembebasan lahan berlangsung di Desa Palihan. Dua unit backhoe dikerahkan untuk meratakan bangunan dan tanaman milik warga yang telah mengikuti proses konsinyasi di pengadilan. Tampak aparat keamanan mengawal jalannya proses pembebasan lahan tersebut.
Pembebsan lahan bandara Kulon Progo Foto: Ristu Hanafi/detikcom |
Sesampai di salah satu lahan warga di Dusun Kragon II, Palihan, suasana sempat memanas. Warga dan relawan menghadang backhoe yang tengah merobohkan tanaman. Di sekitar lokasi itu juga terpasang sejumlah poster yang intinya penolakan terhadap proyek Bandara NYIA.
Terlihat penambahan personel Sabhara Polres Kulon Progo untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iso moco ora (bisa baca poster yang terpasang tidak)," sahut warga lainnya.
Di sebuah rumah dekat lahan itu, masih tampak penghuninya. AP I sebelumnya menjanjikan tidak akan mengosongkan lahan yang masih berpenghuni.
Sempat adu mulut, warga dan petugas AP I akhirnya bernegosiasi namun berjalan alot. Tidak ditemui kesepakatan antara kedua belah pihak. AP I memutuskan menarik mundur petugasnya dan menunda sementara proses pembebasan lahan.
(bgs/bgs)











































Pembebsan lahan bandara Kulon Progo Foto: Ristu Hanafi/detikcom