DetikNews
Senin 08 Januari 2018, 13:07 WIB

Disidak Polisi, 452 Usaha Non Mikro di Jateng Pakai Gas Subsidi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Disidak Polisi, 452 Usaha Non Mikro di Jateng Pakai Gas Subsidi Foto: Istimewa/detikcom
semarang - Satgas Pangan Polda Jawa Tengah melakukan monitoring penggunaan gas bersubsidi 3 kg di usaha non mikro di Jawa Tengah. Hasilnya, dalam sepekan giat monitoring, didapati 452 pelanggaran dilakukan oleh para pengusaha dengan total 4.406 tabung gas 3 kg.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Lukas Akbar mengatakan sesuai instruksi Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Satgas Pangan melakukan sidak sejak 30 Desember 2017 lalu.

"Kami melakukan sidak ke restoran besar, laundry, usaha menengah ke atas, dan lainnya yang tidak berhak menggunakan gas LPG bersubsidi 3 kg," kata Lukas kepada detikcom lewat telepon seluler, Senin (8/1/2018).

Usaha yang menjadi target razia yaitu usaha non mikro yang memiliki modal usaha di atas Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan. Ada 1.173 usaha non mikro yang disidak selama sepekan kegiatan dan 452 usaha diantaranya melakukan pelanggaran.

"36 persen usaha non mikro yang kita cek menggunakan gas LPG 3 kg yang disubsidi pemerintah," tegasnya.

Dari jumlah tersebut, pelanggaran dilakukan oleh 8 hotel, 3 laundry, 1 cafe, 52 peternakan, 355 rumah makan, dan 1 rumah tangga dan 5 toko roti.

"Tabung gas LPG 3 kg yang ditemukan selama pelaksanaan pemantauan dan pengecekan adalah sebanyak 4.046 tabung," pungkas Lukas.

Teguran lisan diberikan kepada para pemilik usaha non mikro yang memakai gas bersubsidi. Untuk penindakan dan langkah berikutnya, kepolisian menyerahkan kepada Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

"Dilaporkan ke Dinas Perdagangan untuk diberikan teguran tertulis," tutup Lukas.
(alg/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed