Demo Soal Cantrang di Rembang Bubar, Lalin Pantura Mulai Normal

Demo Soal Cantrang di Rembang Bubar, Lalin Pantura Mulai Normal

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 08 Jan 2018 13:05 WIB
Demo Soal Cantrang di Rembang Bubar, Lalin Pantura Mulai Normal
Bupati Rembang ikut memberikan pernyataan di depan massa demo. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Massa demo pelarangan cantrang di Rembang mulai membubarkan diri. Arus lalu lintas di Pantura perlahan mulai normal kembali.

Pantauan detikcom, Senin (8/1/2018) pukul 12.00 WIB massa yang awalnya memenuhi Jalur Pantura di depan kantor DPRD Rembang mulai meninggalkan lokasi.

Meski arus lalu lintas sudah berangsur normal, kendaraan roda empat lebih masih belum dianjurkan melintasi lokasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasatlantas Polres Rembang AKP Ari Akta menyebutkan, dari massa yang berjumlah ribuan orang menyesaki pantura, kini berangsur berkurang. Meskipun masih ada sejumlah pendemo yang masih berada di lokasi.

"Kendaraan roda dua sudah bisa melintasi jalur ini. Tapi tetap dengan hati-hati karena sebagian massa masih berada di lokasi. Sedangkan untuk kendaraan beroda 4 maupun lebih kita anjurkan mengambil jalur nomor dua, yakni sepanjang Jalan Hos Cokroaminoto, dr Soetomo sampai dr Wahidin," jelasnya Senin (8/1/18).

Sejumlah petugas masih bersiaga di sekitar lokasi demo. Termasuk di seluruh persimpangan yang digunakan sebagai jalur pengalihan kendaraan.

"Mereka sempat mengaku sampai nanti jam 5 akan tetap bertahan. Kita hargai, dan petugas tetap akan siapa di sana," imbuhnya.

Tampak sejumlah atribut demo ditinggalkan di jalan pantura depan kantor DPRD Rembang. Beberapa orang masih duduk-duduk di tengah jalan, termasuk kendaraan pendemo juga sengaja masih terparkir di seputaran tugu Adipura dengan kantor DPRD Rembang.

Sebelumnya dalam aksi ini massa mengaku kecewa dengan keberadaan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti yang telah melarang penggunaan jaring cantrang di perairan RI.

Ketua asosiasi nelayan dampo awang Rembang, Suyoto menyebutkan, pelarangan cantrang sejatinya tidak sesuai dengan visi Pemerintah. Sebab, dengan dilarangnya cantrang dianggap mampu menambah angka pengangguran di Rembang yang berimbas pada kemiskinan.

Demo pelarangan cantrang di Pantura, Rembang.Demo pelarangan cantrang di Pantura, Rembang. Foto: Arif Syaefudin/detikcom


"Kalian yang di sana harusnya bisa lebih memandang kami kaum kecil. Nelayan yang harus bertaruh nyawa ketika mencari sesuap nasi untuk keluarga di rumah. Tapi dengan begini, di mana hati nurani kalian," ujarnya saat berorasi di atas truk.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Rembang Abdul Hafidz turun langsung ke kerumunan massa. Ia pun dipersilakan naik truk memberikan penjelasan kepada massa pendemo.

"Pokoke aman, tenang semuanya. Kita tetap sampaikan ini kepada pusat agar bisa jadi pertimbangan di sana," paparnya.

Kemacetan arus lalu lintas di Pantura Rembang mulai terurai. Kemacetan arus lalu lintas di Pantura Rembang mulai terurai. Foto: Arif Syaefudin/detikcom


Di hadapan massa, Bupati mengaku telah berulang kali bertemu dengan Menteri KP, Susi Pudjiastuti maupun Presiden RI Joko Widodo. Membahas soal pelegalan kembali penggunaan jaring cantrang oleh para nelayan, khususnya di Rembang.

"Banyak saat itu perwakilan nelayan Rembang yang tahu. Siapa satu-satunya Bupati yang saat itu bisa bertemu dengan Bu Susi. Saya sudah usulkan, pokonya tenang. Ini saya laporkan, keputusannya seperti apapun saya sampaikan ke masyarakat," jelasnya. (sip/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads