Penangkapan Burung Merak yang Berkeliaran di Magelang Dihentikan

Pertiwi - detikNews
Jumat, 05 Jan 2018 13:55 WIB
Burung merak bertengger di atas gedung. Foto: Pertiwi/detikcom
Magelang - Seekor burung merak berkeliaran di Kota Magelang. Sempat ada upaya penangkapan, tapi kini sudah dihentikan.

"Sampai hari ini tidak tertangkap, pemiliknya juga tidak jelas siapa. Karena kemarin sampai malam dan membahayakan anggota saya, akhirnya penangkapan dihentikan," jelas Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Magelang, Eko Yan, kepada detikcom, di kantornya, Jumat (5/1/2018).

Sebelumnya ada petugas Damkar Kota Magelang yang menyebut bahwa burung merak itu milik sebuah hotel. Namun setelah dikroscek, tak ada yang mengakui burung merak itu miliknya.

Eko mengaku sempat mendengar ada informasi bahwa siapa pun yang berhasil menangkap burung langka itu akan diberikan upah Rp 10 juta. Namun demikian, dirinya juga tidak bisa memastikan apakah info tersebut valid atau tidak.

"Saya dengar informasinya seperti itu, tapi sampai hari ini juga belum tahu benar apa tidak," katanya.


Berdasarkan pemantauan terakhir, lanjut Eko, burung yang dilindungi itu masih berkeliaran bebas di atas atap gedung-gedung Jalan Sriwijaya, Kota Magelang hingga petang. Ketika itu, petugas sempat melakukan penyemprotan menggunakan air agar burung mudah ditangkap.

"Sudah disemprot air, tapi burungnya malah loncat dan terbang, susah ditangkap," ungkapnya.

Petugas akhirnya memutuskan mengakhiri usaha penangkapan burung merak itu. Penghentian ini dilakukan untuk menghindari kehebohan warga.

"Sejauh ini tidak ada laporan dari warga yang merasa terganggu atau bagaimana. Kalau upaya penangkapan tetap dilanjutkan, mungkin malah membuat warga terganggu," ujarnya.

Selain itu, baik Satpol PP maupun Damkar tidak melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alm (BKSDA) Jawa Tengah terkait temuan burung merak tersebut.

"Karena ini bukan kewenangan dan bidang tugas kami. Kasapol PP juga sudah perintahkan untuk dihentikan," tandas Eko. (sip/sip)