DetikNews
Kamis 04 Januari 2018, 07:02 WIB

Razia Kafe di Prawirotaman Yogya, Petugas Sita Ribuan Botol Miras

Ristu Hanafi - detikNews
Razia Kafe di Prawirotaman Yogya, Petugas Sita Ribuan Botol Miras Razia miras di kafe-kafe di Prawirotaman, Yogyakarta. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Yogyakarta - Petugas gabungan dari Satpol PP dan Polresta Yogyakarta merazia kafe-kafe di Jalan Parangtritis, Prawirotaman, Kecamatan Mergangsan. Dari razia tersebut petugas menyita ribuan botol miras berbagai merk yang diperjualbelikan tanpa izin.

Pantauan detikcom, razia dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. Ratusan petugas gabungan langsung menyisir belasan kafe di kanan-kiri Jalan Parangtritis, Prawirotaman. Tampak para pengelola dan pengunjung kafe kaget dengan kedatangan para petugas tersebut.

"Ini operasi cipta kondisi koordinasi antara Satpol PP bersama Polresta," kata Kepala Satpol PP Kota Yogya, Nurwidihartana, ditemui di lokasi razia, Rabu (3/1/2018).

Nurwidi menjelaskan dari 11 kafe dan toko yang dirazia seluruhnya ditemukan miras yang dijual tanpa izin secara terang-terangan. Bahkan satu toko di antaranya diduga sebagai gudang penyimpanan miras ilegal.

"Kita belum hitung berapa jumlah totalnya, tapi tiap titik kita sita miras lebih dari 5 krat berisi penuh," jelasnya.

Dari pengamatan di lokasi, jumlah barang bukti miras yang disita dari masing-masing kafe berbeda-beda. Ada yang 5 krat, ada juga yang sampai 10 krat. Tiap krat berisi sekitar 20 botol.

"Sesuai ketentuan perundangan, yang diperbolehkan menjual miras hanya hotel bintang 4 dan 5. Selain lokasi itu tidak diizinkan, itu aturan (pemerintah) pusat. Makanya ini miras yang dijual di kafe kita sita karena tidak berizin," papar Nurwidi.

Tak hanya itu, temuan razia ada 5 kafe yang tidak bisa menunjukkan izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

"Melanggar Perda Kota Yogya Nomor 4 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan," terangnya.

Kabag Ops Polresta Yogyakarta, Kompol Adji Hartanto menambahkan, untuk miras yang disita diamankan sementara ke Mapolresta Yogya. Pemiliknya akan di-BAP untuk kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

"Nanti ada pembagian pemberkasan perkara antara polisi dan Satpol PP. Kita mirasnya, Satpol PP memberkas pelanggaran izin pariwisata. Nanti semuanya dilimpahkan ke pengadilan untuk disidang tipiring (tindak pidana ringan) karena melanggar peraturan daerah," jelasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed