DetikNews
Selasa 02 Januari 2018, 18:28 WIB

Kisah 2 Tahun Perjalanan Wiebe dari Belanda-Indonesia Bermobil Listrik

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kisah 2 Tahun Perjalanan Wiebe dari Belanda-Indonesia Bermobil Listrik Wiebe Wakker dan mobilnya di Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Seorang pria Belanda menghabiskan waktu hampir 2 tahun perjalanan naik mobil listrik dari negaranya sampai kini tiba di Solo. Seperti apa kisah perjalannya?

"Without any money," begitu kata pria 31 tahun ini saat berada di Balai Kota Surakarta, Selasa (2/1/2018).

Wiebe berangkat dari Belanda pada Maret 2016 lalu. Tujuan akhirnya adalah Australia. Mobil berwarna biru milik Wiebe langsung menjadi perhatian pejabat pemkot yang menyambut kehadirannya.

Wiebe kemudian membuka kap mobil yang berisi mesin modifikasi bertenaga listrik. Sedangkan di bagasinya tersimpan kabel penghubung untuk mengisi daya baterai mobil.

"Untuk memodifikasinya butuh biaya 80 ribu Euro. Baterainya memang sangat mahal," ucapnya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia lebih banyak mengandalkan bantuan orang-orang di tempat yang ia singgahi. Seringkali ia menginap dan menumpang mengisi daya listrik di rumah warga.

"Selain makan dan mengisi daya, saya juga membutuhkan uang untuk menumpangkan mobil saya ke kapal. Saya bahkan sempat bekerja beberapa bulan di Malaysia," ujarnya.

Tujuan dari perjalanannya ialah untuk mengampanyekan pengembangan energi berkelanjutan. Melalui mobil listriknya, dia berharap agar pemerintah dan masyarakat mulai beralih untuk menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan.

Beberapa pengalaman seru dia ceritakan, seperti salah satunya saat berada di India. Sepanjang perjalanannya di India, dia harus berjibaku dengan pengendara kendaraan yang tidak tertib. Sedangkan di Indonesia, dia sempat mengalami tabrakan dengan pemotor.

"Namun sejauh ini tidak ada masalah yang besar," katanya.

Setelah dari Indonesia, pria lulusan University of Art Belanda itu melanjutkan perjalanan ke Timor Leste lalu ke titik akhir di Australia.

"Setelah dari Solo rencananya mampir ke Ngawi, Surabaya, Bali, Lombok, Flores, baru ke Timor Leste. Setelah itu, mobil akan saya naikkan kapal, sedangkan saya naik pesawat ke Darwin," tuturnya.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mendukung aksi yang dilakukan Wiebe itu. Dia juga mendesak agar pemerintah pusat mempercepat pengembangan energi baru terbarukan.

"Di Indonesia itu listrik tidak perlu impor. Batu bara kita punya, air, panas bumi, angin. Semua bisa kita manfaatkan menjadi listrik," ujarnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed