Mahfud MD Tidak Yakin Pilkada Jatim akan Diwarnai Isu SARA

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 29 Des 2017 20:24 WIB
Mahud MD (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Mahfud MD mendukung aspirasi agar pelaku kampanye hitam yang memakai isu SARA ditindak secara hukum. Dia juga mendengar laporan ada sejumlah daerah rawan isu SARA selama Pilkada, termasuk di Jatim. Namun khusus Jatim, Mahfud mengaku tidak yakin.

"Silakan (ditindak), kan ada hukumnya semua. Memang SARA itu harus diantisipasi," kata Mahfud kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (29/12/2017).

Mahfud juga mengaku telah mendengar bahwa Mendagri menyebut ada 5 provinsi berpotensi rawan isu SARA dimainkan saat Pilkada serentak 2018 berlangsung. "Ada lima provinsi. Ya silakan itu dicermati, agar tidak terjadi," jelasnya.

Dari 5 provinsi itu, 2 diantaranya adalah Provonsi Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun khusus Jawa Timur, Mahfud mengaku tak yakin jika isu SARA akan dimainkan dalam Pilkada di daerah tersebut. Mahfud menyebut setidaknya ada dua faktor penting yang membuatnya tidak yakin akan ada isu SARA di Jawa Timur.

"Pertama masyarakatnya di sana (Jawa Timur) tidak terlalu mudah terprovokasi SARA, karena masyarakat NU kalau di Jawa Timur itu. Kedua, sekarang ini calon-calon (gubernur) yang muncul kan tidak ada perbedaan ikatan primordial. Sama-sama muslim, sama-sama NU, sama-sama Jawa," lanjutnya.

Seperti diketahui hingga saat ini dua pasangan telah mendeklarasikan diri akan maju sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada Jatim 2018 mendatang. Kedua pasangan itu adalah Syaifullah Yusuf - Azwar Anasa dan pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak.

Syaifullah adalah mantan Ketua Umum GP Ansor, organisasi kepemudaan NU. Azwar Anas sebelum menjadi bupati di Banyuwangi adalah anggota DPR RI dari PKB periode 2004-2009. Khofifah hingga saat ini masih menjabat Ketua PP Muslimat NU, sedangkan Emil adalah cucu KH Mochamad Dardak, salah satu ulama NU berpengaruh di Trenggalek. (mbr/mbr)