detikNews
Kamis 28 Desember 2017, 17:11 WIB

Wajah Baru, Pintu Masuk Kantor Gubernur DIY Lewat Selatan

Edzan Raharjo - detikNews
Wajah Baru, Pintu Masuk Kantor Gubernur DIY Lewat Selatan Foto: Edzan Raharjo/detikcom
yogyakarta - Pintu masuk Kantor Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan sekarang ini tidak melalui Jalan Malioboro. Pintu masuk sekarang ini melalui gerbang selatan yang berada di jalan Suryatmajan.

Apabila di kawasan Malioboro sudah diberlakukan sebagai kawasan pedestrian, di pintu gerbang Kepatihan sisi barat sudah tidak boleh sebagai pintu masuk.

Kepala Biro Umum Dan Protokol Setda DIY, Haryanta mengatakan revitalisasi kantor Gubernur DIY tersebut bersumber dari anggaran keistimewaan (Danais) DIY tahun 2017 sebesar Rp 13,499 miliar. Pekerjaan penataan komplek kepatihan ini antara lain pekerjaan trotoar, jaringan air bersih, lampu taman, pagar dan gerbang, bangunan rumah genset, pos jaga, gudang penampungan sampah, pekerjaan taman parkir, pekerjaan taman disekitar pagar dan lain-lain.
Gubernur DIY meresmikan pintu gerbang kantor gubernurGubernur DIY meresmikan pintu gerbang kantor gubernur Foto: Edzan Raharjo/detikcom

"Dengan perubahan pintu masuk kantor Pemda DIY maka pintu masuk utama yang semula pintu barat dipindah di pintu selatan. Pintu barat (di jalan Malioboro) ditutup dan dipergunakan untuk pintu masuk bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah salat di Masjid Sulthoni," kata Haryanta pada peresmian pintu gerbang kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (28/12/2017).

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan untuk memindahkan pintu gerbang ke selatan sebenarnya sudah cukup lama. Ada 2 hal perlunya kantor Gubernur menghadap ke selatan. Pertama kantor Gubernur yang sebelumnya pintu masuknya lewat Malioboro belum mencerminkan bahwa itu kantor yang sebenanrya secara psikologis.

Karena Kepatihan tersebut dulunya adalah tempat tinggal Pepatih Dalem bersama sekretaris dan sekretariat pemerintahan Pepatih Dalem dan tempat tinggal Pepatih Dalem.

"Dengan menghadap ke selatan itu, disamping ingin mewujudkan ini memang kantor Provinsi Daerah tingkat I, tetapi juga untuk mengurangi beban Malioboro (lalulintas) yang semakin padat," kata Sri Sultan HB X saat peresmian gerbang kompleks Kepatihan.

Sementara untuk jalur, karena di jalan Suryatmajan sebelumnya adalah jalur satu arah dari barat ke timur, Sultan HB X meminta bisa digunakan untuk 2 jalur paling tidak jika ada tamu-tamu protokoler bisa menjadi prioritas. Karena semua tamu nantinya diarahkan lewat selatan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban lalulintas di Malioboro yang semakin padat.
Pintu gerbang kantoir gubernur DIY lewat Jl SuryatmajanPintu gerbang kantoir gubernur DIY lewat Jl Suryatmajan Foto: Edzan Raharjo/detikcom

"Saya mohon sama Pak Walikota, karena wewenangnya ada di Walikota. Kami akan buat surat resmi, karena wewenang ada di bapak, bukan saya," kata Sultan HB X kepada Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang juga hadir.

Dengan dipindahnya gerbang Kepatihan ke selatan diharapkan benar-benar terlihat sebagai kantor. Bukan bekas tempat tinggal Pepatih Dalem, dan hal ini penting secara psikologi. Sultan meminta agar kebersihan tetap terjaga, tanaman di sekitar gerbang tetap terpelihara.

"Jangan sampai ada yang jualan di sekitar gerbang karena nanti jadi kurang bagus," pungkas Sultan.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com