"Dari data yang kami kumpulkan, memang angka kecelakaan di wilayah Boyolali ini cukup signifikan," kata Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi dalam jumpa pers akhir tahun 2017, Rabu (27/12/2017).
Dipaparkan, dari 636 kasus kecelakaan tersebut jumlah korban meninggal dunia sebanyak 10 orang. Kemudian luka berat 9 orang dan luka ringan 705 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aries menyatakan sudah melakukan beberapa upaya bersama dengan Dinas Perhubungan Boyolali untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Khususnya di jalan Solo-Semarang. Seperti membuat beberapa rintangan berupa pita kejut untuk memperlambat laju kendaraan di beberapa titik.
"Namun ternyata masih kurang efektif. Kami akan berkoordinasi lagi dengan Dinas Perhubungan, bagaimana bisa mengurangi kecepatan kendaraan masyarakat yang masuk utamanya dari terminal masuk kota sampai mengarah ke Kota Solo," imbuhnya.
"Kecelakaan yang terjadi di sini (Boyolali), rata-rata disebabkan human error, ya karena ulah manusia, karena keragu-raguannya, kemudian tidak menggunakan perlengkapan keselamatan pribadi sehingga saat terjadi kecelakaan mengakibatkan meninggal dunia," tutur Aries.
Selain itu juga karena kondisi geografis dan kondisi jalan di Boyolali, terutama jalan raya Solo-Semarang. Dari Ampel hingga Boyolali Kota banyak sekali turunan dan tikungan. Kemudian dari Mojosongo ke arah Solo, kondisi jalannya lurus dan halus serta agak menurun, sehingga sering kali memicu pengguna jalan memacu kendaraannya melaju kencang.
"Yang banyak terjadi (kecelakaan) itu memang dari arah Semarang menuju Solo, karena kontur jalannya menurun dan itu sudah kita upayakan memberikan beberapa rintangan, berupa pita kejut, namun ternyata masih kurang efektif," terang dia.
Lebih lanjut Aries mengungkapkan, yang terlibat kecelakaan tersebut rata-rata masih berusia produktif, yakni di bawah 50 tahun.
"Dan saya ingatkan pula, bahwa banyak juga kecelakan yang terjadi karena kondisi kendaraan yang tidak siap, terutama bus itu remnya blong. Dari sejumlah kecelakaan bus, akibat ketidaksiapan dari kendaraan itu sendiri," pungkasnya. (sip/sip)











































