Akibat kondisi ini, kendaraan harus melewatinya secara bergantian. Jalur yang amblas berada di Desa Candigugur, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Badan jalan yang amblas sepanjang 12 meter dengan lebar 6 meter dan kedalamannya mencapai 3 meter.
Jalan ini biasa digunakan para pemudik untuk meringkas waktu perjalanan dari Pantura menuju ke Magelang atau Jogjakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan amblas di Batang, Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom |
"Ini merupakan jalan provinsi sebagai jalur alternatif menghubungkan Pekalongan ke Temanggung dan Magelang," jelasnya.
Trantib Kecamatan Bawang, Suyatno menambahkan peristiwa amblasnya jalan tersebut terjadi karena kondisi jalan tidak memiliki saluran drainase di kedua sisi jalan.
Warga memberi informasi pada pengguna jalan. Foto: Robby Bernardi/detikcom |
"Padahal, di bawah jalan ada sungai. Ya,karena aliran sungai deras ditambah tumpahan air hujan menyebabkan tanah di samping jalan tergerus dan akhirnya longsor," jelasnya.
Salah seorang warga, Liok (38) mengatakan bahwa bersama masyarakat yang lain telah berupaya untuk memperingatkan pengguna jalan jauh sebelum lokasi dengan papan peringatan. Apalagi jalur setempat merupakan jalur yang ramai bagi pemudik dari Pantura menuju ke Magelang ataupun arah Yogyakarta dan sebaliknya.
"Karena jalan amblas kita pemuda jauh-jauh sebelum lokasi memberikan apa-apa (pemberitahuan) baik siang maupun malam, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Liok. (sip/sip)












































Jalan amblas di Batang, Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Warga memberi informasi pada pengguna jalan. Foto: Robby Bernardi/detikcom