Rizwan, Bocah 3 Tahun di Kudus Idap Tumor Mata Sebesar Bola Tenis

Akrom Hazami - detikNews
Kamis, 21 Des 2017 14:35 WIB
Rizwan, balita penderita tumor mata di Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Balita asal Kudus, Rizwan Azwar Wibowo mengidap tumor mata selama hampir 8 bulan belakangan. Kini mata kanan Rizwan yang baru berusia 3 tahun ini keluar dan membesar hingga seukuran bola tenis.

"Kata dokter, itu penyakit tumor mata. Kalau pas tidur seperti beberapa malam lalu, sering gatal. Saya melihat Rizwan menggaruk bagian matanya yang sakit. Sampai keluar darahnya. Saya gregel (nangis dalam hati)," kata Tarmuji saat ditemui detikcom di kediamannya, Dusun Sintru, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (20/12/2017).

Rizwan divonis mengalami tumor mata atau retinoblastoma. Setelah sebelumnya mengalami sakit di mata seperti pada umumnya. Kondisi fisiknya kuat dan sehat. Tapi mata bagian kanannya menonjol keluar berwarna merah seperti bola tenis.

Akibat penyakit yang dideritanya, Rizwan harus hati-hati saat beraktivitas. Biar matanya tidak bergesek dengan barang lain.

Tarmuji mengungkapkan, menurut pemeriksaan medis yang pernah memeriksanya, tumor yang diderita anaknya itu merupakan penyakit yang tidak mudah disembuhkan. Perlu dilakukan kemoterapi beberapa kali.

Rencananya akhir bulan ini yaitu pada 28 Desember 2017, Rizwan akan menjalani kemoterapi lagi di RSUD Karyadi Semarang.

Saat detikcom datang ke rumahnya berbentuk joglo, Rizwan sedang bersama ibunya pergi ke rumah kerabatnya di desa sebelah.

"Rizwan tadi diajak pergi sama ibunya. Rizwan tadi pakai topi dan ditutupi selendang mukanya oleh ibu dan digendong," ungkap Tarmuji.

Meski menderita penyakit itu, Rizwan tetap riang saat bermain bersama temannya. Bahkan hal itu seolah tak dirasakannya sepanjang hari. Barulah saat malam hari, sering timbul rasa gatal di matanya.

Kalau malam hari, Tarmuji melihat mata kanan Rizwan semakin membesar. Barulah saat pagi hari, bola mata yang membesar berubah jadi kecil.

"Saya ngamatinya, kalau malam, alisnya seperti melebar. Saat pagi harinya, alis kembali ke ukuran normal," ujar Tarmuji.

Tarmuji merasa sedih melihat kondisi anaknya yang tak kunjung sembuh, padahal anak kelahiran Oktober 2014 itu bersemangat untuk sembuh.

Banyak orang yang merasa iba terhadap Rizwan. Tarmuji berterimakasih kepada warga, dan masyarakat yang telah banyak membantu pengobatan anaknya.

"Yang saya butuhkan saat ini, doa untuk kesembuhan Rizwan. Kalau pengobatan, kami pakai BPJS, " ujarnya yang baru 3 bulan ini bekerja sebagai petugas outsourcing di Satpol PP Kudus.

Kalau tidak pakai BPJS, tuturnya, maka biaya pengobatan sekali kemoterapi mencapai Rp 5,7 juta. Hanya biaya yang juga besar adalah biaya transportasi pulang pergi Kudus-Semarang. Sekali jalan bisa menghabiskan uang Rp 300-500 ribu.

Tarmuji mengaku saat ini dia membutuhkan dana untuk proses pengobatan anaknya. Namun, setelah informasi menyebar ke berbagai media sosial, bantuan untuk Rizwan mengalir. (sip/sip)