Hasil Lab Pasien Suspect Difteri Asal Boyolali, Negatif

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 20 Des 2017 16:07 WIB
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
boyolali - Hasil tes laboratorium RSU Kariadi Semarang, terhadap pasien suspect difteri asal Boyolali telah keluar. Bagaimana hasilnya?

"Sudah, negatif," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Boyolali, Sherly Jeanne Kilapong, Rabu (20/12/2017).

Dengan hasil tes laboratorium tersebut, siswa kelas IV SD asal Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Boyolali dinyatakan negatif difteri. Meski demikian, Dinkes Boyolali tetap melakukan surveilans.

"ORI (Outbreak Response Immunization) tidak dilakukan, tapi surveilans selama 2 kali masa inkubasi tetap dilakukan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pasien anak asal Ampel, Boyolali dirujuk ke RSU Kariadi, Semarang untuk mendapatkan pengananan medis lebih lanjut. Pasalnya, siswa kelas IV SD itu pada awalnya diduga menderita difteri.

Sebelum dirujuk ke RSU Kariadi, pasien tersebut dirawat di rumah sakit di Salatiga. Senin (18/12/2017) pagi lalu, pasien tersebut dirujuk ke RSU Kariadi.

Sherly Jeanne Kilapong, mengatakan saat itu penyakit yang diderita pasien masih suspect difteri. Untuk kepastiannya menunggu hasil tes laboratorium RSU Kariadi. Meski demikian, pola penanganan pasien tersebut diberlakukan sebagai pasien penyakit difteri.

"Jika hasil usapan tenggorokan positif ditemukan kuman difteri, maka dinyatakan positif. Tetapi penatalaksanaan (pasien) sudah diberlakukan sebagai difteri," jelas Sherly kemarin.

Berkait itu, Sherly mengatakan, Dinkes sudah melakukan penyelidikan epidemiologis. Pihaknya juga langsung menggelar rapat bersama Direktur rumah sakit dan Kepala Puskesmas se-Boyolali. (bgs/bgs)