DetikNews
Senin 18 Desember 2017, 15:03 WIB

Tembok Pura Pakualaman Dicorat-coret, Trah Pakualam: Tangan Grathil!

Ristu Hanafi - detikNews
Tembok Pura Pakualaman Dicorat-coret, Trah Pakualam: Tangan Grathil! Penampakan corat-coret di tembok Pura Pakualaman, Yogyakarta. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Yogyakarta - Tembok Pura Pakualaman di Yogyakarta jadi sasaran tangan usil. Ada corat-coret di tembok yang merupakan bangunan cagar budaya (BCB) ini.

"Ini ulah tangan grathil (usil). Ada sanksi pidananya, berat," ujar kerabat Pura Pakualaman, KPH Kusumoparastho, ketika dihubungi detikcom, Senin (18/12/2017).

Padahal, lanjut pria yang merupakan Ketua Trah Pakualaman Hudayana ini, tembok tersebut baru saja dicat pekan lalu.

"Baru selesai dicat dan dibersihkan pekan lalu. Termasuk renovasi beteng belakang Pura," lanjutnya.


Akun Instagram kadipatenpakualaman, Senin (18/12/2017) pukul 13.20 WIB, menuliskan penjelasan sanksi pidana perusak BCB berdasarkan UU 11/2010.

Selain itu, juga ada tulisan yang beratas nama Kawedanan Hageng Kasentanan Kadipaten Pakualaman, yakni :

1. Mengutuk keras kepada pelaku vandalisme terhadap tembok beteng Pura Pakualaman sisi timur.

2. Menunggu itikad baik para pelaku untuk memohon maaf kepada S.D.K.G.P.A.A. Paku Alam X dan keluarga besar Kadipaten Pakualaman.

3. Segera membersihkan coretan pada tembok beteng Pura Pakualaman.

Poin 2&3 kami tunggu dalam jangka waktu 3x24 jam terhitung mulai hari ini Senin, 18 Desember 2017.

"Jika para pelaku tidak mengindahkan dalam jangka waktu tersebut di atas maka, kami akan memproses hukum," tulis akun tersebut.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed