DetikNews
Minggu 17 Desember 2017, 15:15 WIB

Libur Natal dan Tahun Baru, Ada 19 Kereta Tambahan Yogya-Jakarta

Usman Hadi - detikNews
Libur Natal dan Tahun Baru, Ada 19 Kereta Tambahan Yogya-Jakarta Menhub Budi Karya di Stasiun Yogyakarta. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan ke Stasiun Tugu Kota Yogyakarta. Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan PT KAI dalam menyambut libur Natal dan tahun baru 2018.

"Hari ini saya sengaja kesini ingin melihat (persiapan) nataru di Yogyakarta. Tentang nataru (natal dan tahun baru) persiapannya baik," kata Budi sesuai berkunjung ke Stasiun Tugu Kota Yogya, Minggu (17/12/2017).

Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang, kata Budi, pihaknya telah berupaya menambah trainset. Contohnya rute Yogyakarta ke Jakarta.

"Dari Yogyakarta ke Jakarta ada tambahan 19 trainset," ungkapnya.

Budi melanjutkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ingin berlibur untuk pulang sebelum tahun baru. Sebab diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang saat puncak nataru.

"Tiket-tiket yang hari-hari favorit tanggal 22, 23, 24 (Desember) di Jakarta sudah relatif penuh," ucapnya.

Menurut Budi, sarana dan prasarana di PT KAI sudah cukup baik. Investasi yang dikucurkan pemerintah juga sudah cukup banyak. Oleh karenanya Budi berpesan agar intensifikasi ditingkatkan.

"Saya berpesan agar intensifikasi ditingkatkan. PT KAI sudah memesan kepada INKA 438 kereta, kira-kira 10 train set. Kita apresiasi, kita minta INKA suruh cepat," jelasnya.

Nataru tahun ini, lanjut Budi, sebenarnya adalah momen yang pas untuk meningkatkan promosi pariwisata di sejumlah daerah. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi tertentu untuk mendongkrak kunjungan.

"Bagaimana promosi supaya potensi wisata di daerah-daerah katakan Cirebon, Purwokerto, Solo, Madiun dan segala macam berkembang. Ini ditingkatkan lagi dengan strategi tertentu," kata Budi.

Budi Karya juga meminta PT KAI membentuk tim khusus untuk mengantisipasi bencana alam selama musim liburan Natal dan Tahun Baru 2018. Dia juga meminta untuk dibangun posko khusus. Di posko ini nantinya akan disiagakan alat berat dan sejumlah material tertentu sehingga setiap peristiwa bisa langsung ditangani.

Perintah Budi ini dalam rangka mengantisipasi bencana alam, apalagi saat ini masih masuk musim penghujan. Salah satu bencana alam yang mungkin saja terjadi adalah longsor yang memutus jalur kereta api.

Budi melanjutkan, di antara jalur kereta api rawan longsor kebanyakan berada di Jawa Barat bagian selatan. Di antara daerah yang paling kritis seperti Tasikmalaya dan Garut.

"Di timur Porong lagi banjir. Kita lagi amati juga supaya jangan ada masalah di sana," tutup Budi.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed