Hal itu dikemukakannya pada Rakerwil II PAN dengan tema Sukses Pemilu Menuju Jateng Berkemajuan di Kyriad Grand Master Hotel Grobogan, Sabtu (15/12/2017).
"Kader harus jadi political marketer. Harus jadi marketing. Kader harus kerja. Aktif dan produktif. Jangan malas," kata Zulkifli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kader tidak perlu menggelar acara pembagian beras miskin atau turnamen sepak bola, serta membagikan uang. Lebih baik kader melakukan pertemuan yang lebih efektif. "
Apalagi bila kader tidak punya uang. Tidak masalah. Yang penting kerja," ujarnya.
Selain itu, kader yang hendak maju di pilihan legislatif harus siap dari sekarang. Jangan mentang-mentang pemilu masih jauh waktunya, lantas berleha-leha. "Ya pasti kalah," ucapnya.
Dia menegaskan di mana ada kemauan, pasti ada jalan. Anggota DPR juga harus rawat jaringan. Ini penting mengingat peran jaringan sehingga suara bisa melambung dan berujung menang.
"Saya jadi Ketua MPR, dan Ketua PAN. Saya tetap rawat dapil saya. Dirawat jaringannya. Enggak mungkin menang kalau tidak merawat," ujarnya.
Kerja juga harus lebih awal dari partai lain. Jangan sampai kalah dari partai lain. Kuncinya adalah ikhtiar, fokus, dan ikhtiar disiplin.
Demi kesuksesan PAN di Jateng, pihaknya akan melakukan temu kader di 6 keresidenan di Jateng. Temu kader diagendakan tidak lewat dari 12 Januari 2018. Itu merupakan pengorbanan. Karena perjuangan butuh pengorbanan.
"Pilkada itu lompatan. Kekuasaan itu penting. Nilainya sama dengan berbuat baik. Seperti halnya Sudirman Said yang akan maju jadi Cagub Jateng. Pak Sudirman Said harus berjuang untuk rakyat Jateng," pungkas dia. (bgs/bgs)











































