DetikNews
Jumat 15 Desember 2017, 14:04 WIB

Dialog PT AP I dan Warga Penolak Bandara Kulon Progo Batal

Ristu Hanafi - detikNews
Dialog PT AP I dan Warga Penolak Bandara Kulon Progo Batal Pertemuan antara rombongan AP I Yogya bersama warga penolak Bandara Kulon Progo. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Kulon Progo - Dialog antara PT Angkasa Pura I dengan warga penolak New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo batal digelar. Mengapa?

Pantauan detikcom, GM PT AP I Yogya Agus Pandu Purnama hadir bersama Project Manager NYIA, R Sujiastono; Asek II Bidang Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kulon Progo, Triyono; Camat Temon Jaka Prasetya; Kapolsek Temon, pihak TNI, dan pejabat terkait.

Mereka mendatangi salah satu posko Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP.KP), di Masjid Al Hidayah Dusun Kragon II, Desa Palihan, Temon.

Di hadapan warga, Agus Pandu menyebut maksud kedatangannya untuk bersilaturahmi sekaligus sambung rasa dengan warga.

"Saya juga ingin menceritakan kegalauan saya," kata Agus, Jumat (15/12/2017).

Namun ketika Agus mengawali dengan penjelasan singkat seputar alasan pembangunan NYIA, yakni kondisi terkini Bandara Adisutjipto Yogyakarta, warga tanpa dikomando secara serempak langsung memotong pembicaraan Agus.

"Setelah semuanya terjadi pada diri kami, ini kok pagi hari ini hadir, ada apa," kata seorang warga.

"Saya warga petani tidak butuh bandara, saya menolak tanpa syarat. Orarak adol lemah (tidak akan menjual tanah), menolak tanpa syarat. Setelah rumah dirusak, kok sekarang baru dikaruhke, ini saya heran," sambung warga lainnya.

"Ini bangunan masih SHM (sertifikat hak milik), kalau bicara masalah bandara kita tak akan mendengarkan. Sejak awal kita menolak tanpa syarat," sahut warga lainnya.

Karena situasi kurang kondusif, rombongan AP I Yogya akhirnya mengakhiri proses dialog dan pulang kembali ke bekas kantor PT Pembangunan Perumahan (PP) yang menjadi posko sementara pekerja proyek NYIA, berjarak tak kurang dari 500 meter dari posko PWPP.KP.

"Ini akan jadi evaluasi kami, tapi sifatnya AP 1 hanya diperintahkan. Saya mengerti perasaan warga," imbuh Agus sebelum menutup pertemuan dengan warga.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed