"Akan memberikan perhatian nanti kepada para tenaga pemugar, atas dedikasinya yang luar biasa, dengan imbalan yang saya rasa tidak sepadan dengan jerih payah yang sudah diberikan. Karena itu mudah-mudahan tahun 2018 nanti akan ada kenaikan honor untuk mereka," kata Muhadjir, di sela peresmian purnapugar Candi Perwara Deret II Nomor 35 di kompleks Candi Prambanan, Sleman, Kamis (14/12/2017).
Menurutnya, pekerjaan sangat berat memugar sebuah bangunan candi yang sebelumnya berserakan tanpa bentuk, menjadi sebuah konstruksi bangunan yang mendekati bentuk aslinya waktu dibangun oleh nenek moyang ribuan tahun silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, Ari Setyastuti mengaku pihaknya telah berupaya memperhatikan kesejahteraan para juru pugar. Ke depan akan ada peningkatan dan standardisasi honor bagi juru pugar sesuai aturan.
Diakuinya, sejauh ini BPCB DIY hanya memiliki 10 orang juru pugar yang betul-betul ahli dan berpengalaman. Namun dari jumlah itu, ada upaya regenerasi dan magang yang melibatkan orang sekitar juru pugar.
"Meski mereka sepi ing pamrih, tapi tanpa juru pugar kita tak bisa memugar candi. Tanpa mereka tak ada yang mencari yang mengelompokkan, yang menyambung (batu candi). Kita ada arkeolog tetap tak bisa (menuntaskan pemugaran)," ujar Ari tanpa bersedia menyebut berapa honor yang diterima para juru pugar tersebut. (sip/sip)











































