Mendikbud Resmikan Purnapugar Candi Perwara Prambanan

Ristu Hanafi - detikNews
Kamis, 14 Des 2017 19:22 WIB
Peresmian purnapugar Candi Perwara Deret II Nomor 35 kompleks Candi Prambanan. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan purnapugar Candi Perwara Deret II Nomor 35 kompleks Candi Prambanan. Candi ini proses pemugarannya membutuhkan waktu 11 bulan.

"Hari ini kita menyaksikan satu candi yang sudah selesai dipugar. Sebagai upaya kita memulihkan kembali peninggalan karya agung para leluhur kita tanpa membedakan atau melihat apa latar belakang mereka dulu membangunnya," kata Muhadjir dalam acara peresmian di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Kamis (14/12/2017).

Candi Perwara ini merupakan satu dari 224 buah candi perwara yang ada di kompleks Candi Prambanan.

Candi Perwara Deret II Nomor 35 terletak di gugusan sebelah utara halaman II kompleks candi yang juga dikenal dengan nama Candi Roro Jonggrang. Berdenah persegi, memiliki ukuran 6,9 x 6,9 meter, dengan tinggi 13,59 meter, dan memiliki satu bilik berukuran 2,05 x 2,01 meter.

Candi ini merupakan perwara keempat yang berhasil dipugar hingga sekarang. Dua buah perwara telah dipugar pada era Dinas Kepurbakalaan Hindia Belanda, yakni Deret II Nomor 1 sisi timur dan Deret I Nomor 39 sudut timur laut. Lalu satu perwara dipugar pada tahun 2015 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY.

"Betapa agungnya peradaban nenek moyang bangsa kita. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk merawat, menjaga, melindungi, dan memulihkan kembali peninggalan-peninggalan itu," imbuh Muhadjir.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Harry Widianto mengatakan, sebelum melakukan pemugaran, terlebih dulu dilakukan studi kelayakan pada 2015 untuk menentukan apakah Candi Perwara layak untuk dipugar.

"Hasil studi menyatakan persentase batu asli yang ditemukan sebesar 76 persen. Lalu dilanjutkan studi teknis tahun 2016 untuk mencari data arkeologis dan analisis pendukung," jelasnya.

Pemugaran Candi Perwara Deret II Nomor 35 ini dilakukan dengan mengembalikan konstruksi asli seperti ketika dulu dibangun. Pada bagian pondasi, konstruksi dikembalikan sesuai teknologi asli yakni campuran tanah lempung dan boulder batu andesit yang kemudian disusun blok-blok batu putih pada bagian atas pondasi.

Secara keseluruhan, pemugaran Candi Perwara ini menghabiskan dana mencapai Rp 1,83 miliar.

"Perkuatan tambahan pakai campuran pasir Merapi dan dipadatkan dengan alat stemper. Untuk konstruksi bangunan pada sambungan antar batuan ditambah perbuatan hak dan angkut serta perekat mortar hidrolik pada strukturnya," imbuhnya. (sip/sip)