DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 14:28 WIB

Dirut PTPN IX yang Baru Disambut Demo Karyawan di Semarang

Eko Susanto - detikNews
Dirut PTPN IX yang Baru Disambut Demo Karyawan di Semarang Foto: Eko Susanto/detikcom
semarang - Direktur Utama (Dirut) yang baru PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Iryanto Hutagaol, disambut demo karyawan di Kabupaten Semarang. Para karyawan yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Perkebunan (FSPBUN) IX Tanaman Tahunan PT Perkebunan Nusantara IX itu menuntut agar diakui eksistensi dua divisi yakni tanaman tahunan dan tanaman semusim.

Massa aksi berasal dari 16 unit yang tergabung dalam FSPBUN IX Tanaman Tahunan PT Perkebunan Nusantara IX meliputi Getas (Salatiga), Ngobo (Ungaran), Merbub (Kendal) dan Batujamus (Karanganyar). Selain itu, unit Wanasari (Cilacap), Kawung (Majenang), Krumput (Banyumas), Kaligua (Bumiayu), Semugih (Pemalang), Balong (Jepara), Jollong (Pati) dan lainnya.

Mereka menolak pergantian Dirut PTPN IX yang baru akan dijabat Iryanto Hutagaol. Dia sebelumnya menjabat di Bulog. Mereka datang dari berbagai daerah itu sejak pagi.

"Sama sekali tidak ada niatan Dirut harus dari PTPN IX. Dari manapun kami menerima asalkan memiliki basic di bidang perkebunan," kata Ketua Umum FSPBUN IX Tanaman Tahunan PTPN IX, Budiyono di sela-sela aksi yang berlangsung di halaman Griya Robusta Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis (14/12/2017).

Perwakilan dari unit tersebut, secara bergantian melakukan orasi yang berisi penolakan terhadap Dirut yang baru. Setelah bergantian berorasi, tak lama kemudian rombongan mantan Dirut PTPN IX yang lama, Budi Andi Prabowo bersama pejabat baru dan jajaran komisaris PTPN IX, tiba di lokasi tempat dilangsungkan serah terima jabatan.

Budiyono mengatakan, Kementerian BUMN selaku pemegang saham dalam penetapan direksi mencoba-coba.

"Jadi periode terakhir baru 8 bulan diganti, baru 1,5 tahun diganti sehingga kurang profesional. Nah, terakhir ini kami dirutnya diganti berasal dari luar perkebunan dari Bulog. Kami nggak tahu apa yang akan terjadi di perusahaan perkebunan ini, kalau dirutnya saja nggak paham akan budaya dan budidaya perkebunan," tegas Budiyono.

Menurutnya karyawan tidak ingin perusahaan hancur oleh pemimpin yang tidak benar, tidak mampu memimpin perusahaan. "Orang perkebunan saja memimpin kita, dianggap nggak berhasil, apalagi orang luar yang tidak paham sama sekali tentang perkebunan," katanya.
Dirut PTPN IX Irianto Hutagaol menemui karyawanDirut PTPN IX Irianto Hutagaol menemui karyawan Foto: Eko Susanto/detikcom

Dalam aksinya tersebut, Dirut PTPN IX yang baru Iryanto Hutagaol pun sempat dipaksa untuk menandatangi komitmen. Dia diperbolehkan memasuki ruang pelantikan jika sebelumnya mau menandatangi komitmen yang telah disodorkan pengurus harian FSPBUN IX Tanaman Tahunan PTPN IX.

"Komitmen itu adalah alternatif perjuangan kami kedua. Yang pertama, kita akan menolak, ketika menolak itu nggak mungkin ini dia (Dirut) masuk dengan komitmen. Kita di PTPN IX untuk menyelamatkan perusahaan memang ada dua divisi tanaman tahunan dan tahunan semusim. Tahunan tahunan yakni karet, teh, kopi, kakao, tanaman semusim gula. Nah, dua divisi ini harus diamankan direksi, kalau nggak hancur," ujarnya.

Sementara itu, Dirut yang baru Iryanto Hutagaol dihadapan karyawan mengatakan, mendapatkan tugas dari pemerintah melalui Kementerian BUMN menjadi Dirut PTPN IX. Pihaknya melihat para karyawan menyambutnya dengan penuh semangat.

Bahkan, pihaknya pun menyatakan, kesiapannya untuk dilakukan evaluasi dalam waktu 3 bulan pertama. Untuk itu, setelah mempelajari komitmen yang ditawarkan, ia pun mau menandatanginya.

Komitmen yang disodorkan karyawan harus ditandatangi dan dibacakan di hadapan karyawan. Beberapa hal isinya antara lain sebagai direktur utama akan mengakui eksistensi dua divisi yakni tanaman tahunan yang berkantor di Semarang dan tanaman semusim yang berkantor di Surakarta.

Kemudian, terhadap dua divisi tersebut untuk pengelolaannya dilakukan oleh masing-masing divisi sehingga tidak terjadi pemindahan aset, lintas keuangan, lintas SDM. Selain itu, dirut diharapkan untuk mendorong divisi tanaman semusim untuk segera mengembalikan hutang kepada divisi tanaman tahunan.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed