DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 13:57 WIB

Bandara Kulon Progo

AP I Yogya Layangkan SP 3 untuk Warga yang Masih Bertahan

Ristu Hanafi - detikNews
AP I Yogya Layangkan SP 3 untuk Warga yang Masih Bertahan Pembongkaran rumah warga untuk proyek NYIA, Kulon Progo. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - PT Angkasa Pura I Yogyakarta mengeluarkan surat peringatan ketiga (SP 3) terhadap warga yang masih tinggal di area lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) New Yogyakarta International Airport (NYIA), Kecamatan Temon, Kulon Progo. Warga diminta secepatnya mengosongkan lahan dan bangunan untuk kemudian dilakukan proses land clearing oleh pekerja proyek NYIA.

"SP 3 hari ini, Kamis ini kita layangkan," kata Project Manager NYIA, R Sujiastono, ketika dihubungi detikcom, Kamis (14/12/2017).

Diakuinya, SP 3 diberikan kepada warga pemilik 36 bidang dari 31 penetapan pengadilan. Sebelumnya, SP 1 telah dilayangkan Kamis (7/12) pekan lalu dan disusul SP 2 pada Senin (11/12).

Menurut Sujiastono, ketika proses distribusi SP 1 dan SP 2 memang masih ada penolakan karena ada warga yang tidak mau menerima surat peringatan, ada juga yang menerima tapi tidak sepakat dengan isi surat. Pihaknya pun menghargai apapun sikap warga tersebut. Proses pemberian surat peringatan tetap dibuatkan berita acara sehingga sikap warga yang masih bertahan dinilai tidak akan menghambat proses konsinyasi maupun tahapan selanjutnya pembangunan NYIA.

"Secara aturan sudah selesai. Kalau sudah dikonsinyasi, maka sudah ada peralihan hak tanah menjadi milik negara untuk kemudian digunakan dalam proses pembangunan NYIA," lanjutnya.

Usai SP3 ini, pihaknya menunggu itikad dari warga awal pekan depan. Apakah bersedia secara suka rela mengosongkan lahan dan bangunannya. Jika masih ngotot bertahan, kemungkinan akan ada upaya pengosongan paksa dari AP I.

"Kita lihat bagaimana perkembangan pekan depan," ujar Sujiastono.

Ditambahkannya, dari total 335 bidang yang masuk IPL NYIA, sudah lebih dari 200 bidang yang telah diketok palu putusan konsinyasi. Namun Sujiastono mengaku tidak hafal berapa jumlah bidang yang masih tersisa menunggu penetapan konsinyasi dari pengadilan.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed