DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 07:34 WIB

Melihat Karya Lukisan Kaca dari Kabupaten Semarang

Eko Susanto - detikNews
Melihat Karya Lukisan Kaca dari Kabupaten Semarang Feri sedang melukis sebidang kaca. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Seorang lulusan jurusan Listrik, SMKN 1 Magelang, Mujahid Szaofari (33) dikenal sebagai pelukis kaca. Pesanan lukisan kaca karnya pria yang kini tinggal di Kabupaten Semarang ini terus berdatangan dari berbagai kota.

"Kurang lebih ikut pelatihan selama 3 bulan, saya terus daftar lowongan kerja di Jakarta bidang pengelasan," ujar pria yang akrab disapa Feri ini saat ditemui di rumahnya di Jambu Lor RT 02/01, Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang,Selasa (12/12/2017).

Feri menceritakan, ide melukis kaca ini awalnya dari browsing di internet dan dia menemukan seorang warga Inggris yang melukis kaca. Ia pun kemudian membeli alatnya berupa mini greder untuk melukis kaca.

"Untuk uji coba selain gelas, saya lukis di body vespa. Kok saya lihat hasilnya baik, terus saya tekuni," katanya.

Lukisan kaca karya Feri. Lukisan kaca karya Feri. Foto: Eko Susanto/detikcom

Ia pun yang semula berjualan mi ayam berhenti karena harus menemani orangtuanya di rumahnya. Praktis ia pun terus menawarkan hasil lukisan kacanya secara door to door di sejumlah perumahan. Selain itu, ia juga terkadang ikut pameran.

"Terus saya pakai facebook dan Instagram, pesanan mulai berdatangan," ujar Feri.

Semenjak memakai media sosial tersebut, pesanan pembuatan lukisan kaca terus berdatangan. Lukisan kaca yang dipesan rata-rata ukuran 20 cm x 25 cm. Namun ia pernah mengerjakan pesanan ukuran 1,5 m x 80 cm.

"Gambar yang dipesan kebanyakan wajah. Biasanya pesan untuk kado pernikahan atau pacarnya mau ultah," tuturnya.

Pemesan tersebut datang dari berbagai kota baik Pulau Jawa, Jakarta, Kalimantan bahkan Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun kaca yang dilukis dengan ketebalan 5 mili meter. Untuk harganya ukuran 20 cm x 25 cm sebesar Rp 150 ribu, kemudian yang besar maksimal Rp2 juta.

"Awal dulu ngirim sempat juga dikomplain karena pecah. Kami pun gambar lagi dengan ongkir mereka yang bayar," katanya.

Lukisan kaca karya Feri sudah dipesan dari berbagai daerah.Lukisan kaca karya Feri sudah dipesan dari berbagai daerah. Foto: Eko Susanto/detikcom

Rata-rata untuk sebulan ada 30 pesanan lukisan kaca. Kemudian, hasil lukisan kaca setelah jadi diletakan pada payu dengan posisi berdiri dan bawahnya ada lampu sehingga hasil lukisan terlihat.

"Kami kirimkan sudah dengan dudukan ada lampu dan adaptornya. Jadi, kami kirim sudah komplit," ujarnya.

Sebelum menjadi pelukis kaca, Feri sempat mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Semarang.

"Kurang lebih ikut pelatihan selama 3 bulan, saya terus daftar lowongan kerja di Jakarta bidang pengelasan," ujarnya.

Feri juga sempat beberapa tahun bekerja di Jakarta. Kemudian, sempat juga membantu jualan mi ayam saudaranya di Lampung.

"Awalnya hanya bantu jualan mi ayam saudara, terus kembali ke rumah jualan mi sendiri di daerah Tambakboyo, Ambarawa. Saat jualan itu karena baru terkadang pembeli sepi, di sela-sela itu saya lukis gelas," tutur Feri yang sejak kecil hobi melukis ini.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed