Rumah Dua Keluarga di Jepara Ini Nyaris Roboh

Rumah Dua Keluarga di Jepara Ini Nyaris Roboh

Wikha Setiawan - detikNews
Senin, 11 Des 2017 16:58 WIB
Rumah Dua Keluarga di Jepara Ini Nyaris Roboh
Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Dua keluarga di Desa Teluk Wetan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara hidup dalam rumah yang kondisinya memprihatinkan. Atap rumah yang terbuat dari bambu yang sudah rapuh.

Keluarga pertama adalah Suharto (34) yang hidup bersama dua adiknya dan anak semata wayang Nando yang masih berusia 5 tahun. Istri Suharto dan kedua orangtuanya sudah meninggal dunia.

Suharto sendiri bekerja sebagai buruh pembuat batu bata yang berpenghasilan sangat minim yakni kurang dari satu juta per bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat detikcom menyambangi rumahnya, hanya ruang tamu saja yang dapat digunakan. Empat anggota keluarga ini tidur hanya beralaskan tikar. Jika musim hujan, mereka harus bergelut dengan air hujan yang menetes dari atap yang bocor.

"Keluarga kami semuanya laki-laki. Dapur saya sudah roboh satu minggu yang lalu. Hanya ruang tamu yang kami pakai. Itupun bocor kalau hujan," kata Suharto di rumahnya, Senin (11/12/2017)

Jaringan listrik saja, ia menyambung dari rumah tetangga. Siang hari, listrik dipadamkan.

"Masih ikut tetangga. Kalau siang listrik tidak menyala. Tapi yang menakutkan itu atap rumah mau roboh," paparnya.

Selama ini, Suhato mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

"Belum pernah dapat bantuan. Pernah ada yang datang katanya mau didata, tapi tidak pernah ada bantuan turun," lanjut pria yang tidak lulus sekolah dasar ini.

Rumah memprihatinkan kedua adalah milik pasangan Gunarto (47) dan Jatemi (45). Di rumah berukuran 6x4 meter ini keduanya hidup bersama dua anaknya yakni Eko Rujabin (16) dan Arjun Widiyanto (6).

"Atap rumah terbuat dari bambu dan sudah harus diganti karena rapuh. Kami tidak punya sumur dan MCK karena memang sempit," tutur Jatemi.

Jatemi bekerja sebagai buruh pembuat sulak atau kemuceng. Sedangkan suaminya kerja serabutan.

"Pendapatan tiap bulannya tidak tentu. Satu hari saya hanya dapat Rp 20 ribu. Kalau suami serabutan," ucap dia.

Kapolsek Welahan, AKP Rismanto yang datang memberi bantuan sembako kepada kedua keluarga tersebut menuturkan bahwa pihaknya langsung mendatangi rumah keduanya untuk memberikan bantuan.

"Ini bentuk kepedulian kami. Kami melihat keluarga ini membutuhkan bantuan. Memang kami melihat rumahnya sudah tidak layak huni," ujarnya.

Kapolsek menambahkan, setelah ini pihaknya akan berkoordinasi ke beberapa pihak untuk menggalang bantuan.

"Kami akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak yang mau menjadi donatur perbaikan rumah. Semoga ini dapat mengurangi beban mereka," tandasnya. (bgs/bgs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini