Meski Nihil, di Rembang Pernah Ada Warga Terkena Difteri

Meski Nihil, di Rembang Pernah Ada Warga Terkena Difteri

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 11 Des 2017 14:58 WIB
Meski Nihil, di Rembang Pernah Ada Warga Terkena Difteri
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Di Kabupaten Rembang saat ini tidak ditemukan penderita defteri. Namun di kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur ini, punya sejumlah catatan tentang penderita defteri beberapa tahun silam.

Kepala Seksi Surveilans pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Supriyo mengatakan, pada tahun 2006 silam, Rembang pernah terdapat dua orang penderita defteri. Mereka berasal dari Kecamatan Sedan, Rembang dan masih berusia balita saat itu.

Atas kondisi penyakit yang diidap saat itu, satu balita yang masih berusia 2,5 tahun berhasil sembuh. Sedangkan satu penderita lainnya yang masih berusia 4 tahun, dinyatakan meninggal dunia. Dalam pemeriksaan sebelumnya, dibenarkan bahwa balita tersebut telah mengidap defteri akut karena sama sekali tidak tersentuh imunisasi sejak dini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang satu meninggal dunia, dan satu lagi sudah sembuh. Kalau saat itu usianya 2,5 tahun, mungkin sekarang sudah masuk SD. Dan berdasarkan laporan, dia (ekspenderita defteri) sudah normal dan beraktifitas layaknya anak lain," tutur Supriyo saat ditemui detikcom di kantor Jl Kartini No 9, Senin (11/12/17).

Lebih lanjut Supriyo mengatakan, pada tahun 2015 silam Rembang juga pernah terdapat suspect difteri. Namun, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dinyatakan negatif dan kini kondisinya sudah sembuh.

"Tahun 2015 ada suspect dari Kecamatan Pancur yang saat itu masih berusia 2 tahun. Namun setelah kita dampingi untuk periksa di Semarang, ternyata negatif dan sudah sembuh saat ini," imbuhnya.

Sementara pada tahun 2017 ini, Pemkab Rembang melalui Dinas Kesehatan dapat memastikan Kabupaten Rembang bebas dari virus defteri. Terbukti dari tidak adanya laporan maupun temuan di rumah sakit ataupun Puskesmas, terkait pasien yang mengidap penyakit tersebut.

"Kita sudah secara intensif melakukan penyuluhan dan sosialisasi agar para orang tua itu sadar membawa anaknya ikut imunisasi. Kita pantau terus dan kita dampingi mereka," pungkasnya. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads