Kepala Seksi Surveilans pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Supriyo mengatakan, pada tahun 2006 silam, Rembang pernah terdapat dua orang penderita defteri. Mereka berasal dari Kecamatan Sedan, Rembang dan masih berusia balita saat itu.
Atas kondisi penyakit yang diidap saat itu, satu balita yang masih berusia 2,5 tahun berhasil sembuh. Sedangkan satu penderita lainnya yang masih berusia 4 tahun, dinyatakan meninggal dunia. Dalam pemeriksaan sebelumnya, dibenarkan bahwa balita tersebut telah mengidap defteri akut karena sama sekali tidak tersentuh imunisasi sejak dini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Supriyo mengatakan, pada tahun 2015 silam Rembang juga pernah terdapat suspect difteri. Namun, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dinyatakan negatif dan kini kondisinya sudah sembuh.
"Tahun 2015 ada suspect dari Kecamatan Pancur yang saat itu masih berusia 2 tahun. Namun setelah kita dampingi untuk periksa di Semarang, ternyata negatif dan sudah sembuh saat ini," imbuhnya.
Sementara pada tahun 2017 ini, Pemkab Rembang melalui Dinas Kesehatan dapat memastikan Kabupaten Rembang bebas dari virus defteri. Terbukti dari tidak adanya laporan maupun temuan di rumah sakit ataupun Puskesmas, terkait pasien yang mengidap penyakit tersebut.
"Kita sudah secara intensif melakukan penyuluhan dan sosialisasi agar para orang tua itu sadar membawa anaknya ikut imunisasi. Kita pantau terus dan kita dampingi mereka," pungkasnya. (bgs/bgs)











































