UII Yogya Kerahkan Tim Rekonstruksi untuk Korban Bencana di Bantul

Edzan Raharjo - detikNews
Minggu, 10 Des 2017 20:44 WIB
Penyerahan bantuan semen untuk korban bencana di Bantul. (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Bantul - Pasca amukan badai cempaka, banyak infrastruktur di kabupaten Bantul yang mengalami kerusakan parah. Tim ahli dan mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta diturunkan untuk terlibat dalam rekontruksi.

Tim ahli dan mahasiswa tehnik sipil UII Yogyakarta diterjunkan untuk rekontruksi di Kecamatan Imogiri, Bantul. Tim ahli juga akan disiapkan untuk mendesain jembatan yang lebih tahan lama. Hal itu dikarenakan banyak jembatan dan putus atau ambles digerus banjir.

"Kita bisa siapkan tim untuk mendesain jembatan yang lebih lama jangka waktunya dengan siklus banjir mungkin 50 tahun, 100 tahun atau 200 tahun," kata Dekan Fakultas Tehnik Sipil Dan Perencanaan UII, Widodo, pada penyerahan bantuan 'Gerakan Sodaqoh Semen' di Balai Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul, Minggu (10/12/2017).

Rektor UII, Nandang Sutrisno, mengatakan bantuan semen sangat dibutuhkan untuk rekontruksi infrastruktur yang rusak seperti talud, drainase, jalan dan jembatan penghubung. Melalui gerakan itu terkumpul 1.500 sak semen dan masih terus membuka donasi semen.

"Semen sangat diperlukan untuk membangun rumah-rumah dan bangunan yang terkena dampak. Selain fisik juga tetap bantu dengan tim kesehatan, trauma healing," kata Rektor UII.

Bupati Bantul, Suharsono, mengatakan desain jembatan sudah dipikirkan. Sudah ada porsinya yang kemudian diajukan ke Pemda DIY dan pemerintah pusat.

Sedangkan untuk tanggap darurat bencana, pihaknya menyatakan jika belum selesai nanti bisa mengajukan perpanjangan lagi. Perpanjangan bisa diajukan selama 1 minggu lagi. "Untuk bisa mengeluarkan dana tak terduga di Pemkab Bantul," kata Suharsono. (mbr/mbr)