DetikNews
Jumat 08 Desember 2017, 19:52 WIB

Amankan Akhir Tahun, Polda Jateng Prioritaskan Antisipasi Terorisme

Ragil Ajiyanto - detikNews
Amankan Akhir Tahun, Polda Jateng Prioritaskan Antisipasi Terorisme Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Pengamanan menjelang hingga perayaan Natal dan tahun baru, antisipasi terorisme menjadi prioritas Polda Jawa Tengah. Selain itu, jajaran Polres, Polresta dan Polrestabes diperintahkan menggelar operasi Pekat disejumlah tempat keramaian.

"Untuk pengamanan, kita tetap prioritas antisipasi terorisme," ujar Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, ditemui di sela-sela peresmian lapangan tembak Mako Brimob Subden 3 Detasemen C Pelopor Brimob Polda Jateng di Gunung Kendil, Mojosongo, Boyolali Jumat (8/12/2017).

"Kemudian yang kedua, sekarang ini seluruh Polres sudah kita instruksikan untuk pemberatasan premanisme, jambret, copet di pasar, terminal stasiun," lanjut Kapolda.

Dengan dilaksanakannya operasi penyakit masyarakat (Pekat) tersebut, sehingga aktivitas masyarakat yang akan merayakan Natal maupun hendak libur Natal dan tahun baru menjadi nyaman, lancar dan aman.

"Sudah diinstruksikan kepada Polres untuk menggelar operasi penyakit masyarakat. Yang tak melaksanakan nanti dievaluasi dan disanksi," imbuh dia.

Untuk peta kerawanan, menurut Kapolda, terutama di obyek-obyek pergantian tahun.

"Karena di situ mobilisasi masyarakat sangat banyak, terutama di kota-kota besar, Solo, Semarang," jelasnya.

Di samping itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait, diantaranya Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, serta Bulog. Hal itu untuk menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok untuk kebutuhan Natal dan tahun baru.

"Minggu depan kita akan mengusulkan juga Dinas Perindutrian, Perdagangan, Bulog untuk mengantisipasi jangan sampai ada kelangkaan pangan. Dan tentunya kita segera mengaktifkan Satgas Pangan kembali, sama seperti pada saat Lebaran kemarin," tandas Condro.

Satgas Pangan diaktifkan untuk melakukan operasi pasar guna memantau kelancaran dan ketersediaan distribusi pangan di masyarakat. Hal ini untuk menjamin jangan sampai terjadi penimbunan kebutuhan pokok dan jangan sampai ada kelangkaan pangan. Juga menjaga kelancaran distribusinya.

"Akan lakukan operasi pasar, akan melihat kalau ada gejolak-gejolak, kalau ada kenaikan harga, apakah ada penimbunan, ada distribusi yang tidak lancar," kata dia.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed