Pesawat MIG 17 Dipajang di Alun-alun Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 08 Des 2017 14:27 WIB
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
banyumas - Sebuah pesawat legendaris milik TNI AU, MIG 17 Fresco, dipajang di Alun-alun Banyumas, Jawa Tengah. Pesawat ini pernah digunakan TNI AU pada 1960-1969.

Pesawat legendaris asal Rusia ini dibawa dari Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, menuju Banyumas melalui jalur darat menempuh jarak sekitar 466 km.

Untuk mengangkut pesawat asal blok timur buatan Mikoyan Gurevich, Rusia, itu, diperlukan waktu 21 jam, yang melintasi 15 kota. Pesawat ini sangat berjasa bagi Republik Indonesia, khususnya saat pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda.
Pesawat MIG 17 mulai dirangkaiPesawat MIG 17 mulai dirangkai (Arbi Anugrah/detikcom)

"Pesawat ini juga banyak berjasa bagi kemerdekaan Republik Indonesia, terutama sangat membantu pada saat kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Skuadron Teknik 022 Lanud Abd Saleh Malang, Mayor Teknik Zulkifli Effendi kepada wartawan, Jumat (8/12/2017).

Dia menjelaskan, saat pembebasan Irian Barat tersebut, pesawat MIG 17 ini didatangkan dari Rusia hingga membuat Belanda ketakutan dengan kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yang berada di nomor empat dunia waktu itu.

Saat itu Indonesia mempunyai 49 jenis MIG, antara lain MIG 15 Fogot, MIG 17 Fresco, MIG 21 Fishbed, dan TU 16. Semua pesawat ini merupakan pengadaan tahun 1960-an dan selesai pengabdiannya pada 1969.

Menurut Zulkifli, alasan diletakkannya pesawat MIG 17 Fresco yang mempunyai nomor register 1118 dan termasuk salah satu di antara empat pesawat yang memiliki nomor register warna merah adalah untuk mewakili kejayaan AURI tempo dulu (TNI AU) tahun 1960.

Selain itu untuk menghormati orang tua KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto, yang merupakan putra Banyumas serta pernah mengabdikan diri bersama pesawat MIG 17 sebagai seorang teknisi.

"Diletakkan di Banyumas sebagai salah satu bentuk penghormatan dari KSAU untuk orang tuanya, karena orang tuanya adalah putra daerah Banyumas dan jadi teknisi dari pesawat MIG 17 Fresco," ujarnya.

Sementara itu, Camat Banyumas Ahmad Suryanto mengatakan pesawat legendaris tersebut diletakkan di Banyumas karena teknisi pertama pesawat MIG 17 Fresco tahun 1962 itu adalah putra asli Banyumas.
Pesawat dirangkai lagi selama 13 hariPesawat dirangkai lagi selama 13 hari. (Arbi Anugrah/detikcom)

"Saat itu KSAU menjanjikan akan memberikan pesawat MIG 17 di Banyumas. Karena memang teknisi pertama pesawat tempur di Indonesia MIG 17 itu juga dari Banyumas. Jadi ada sejarah, pesawat tempur pertama di Indonesia yang merawat dan memperbaiki itu adalah putra Banyumas, yang kebetulan orang tua Pak KSAU," jelasnya.

Dia mengungkapkan masyarakat Banyumas berterima kasih karena pesawat tersebut dapat menjadi kebanggaan dan membuat kota lama Banyumas semakin megah. Selain itu, menjadi pelajaran bagi anak-anak untuk bisa memotivasi sehingga akan muncul generasi Angkatan Udara dari Banyumas.

"Di samping sebagai ruang terbuka hijau, ini juga bisa jadi wisata di kota lama Banyumas," ucapnya.

Pesawat MIG 17 Fresco tersebut nantinya akan dirangkai kembali selama 13 hari. Setelah itu, pesawat diletakkan di atas tulisan 'Banyumas' yang ada di alun-alun. (arb/bgs)