DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 15:22 WIB

50 Tahun Derita Lumpuh, Kasnadi Hanya Berteman Gambar Foto Model

Arif Syaefudin - detikNews
50 Tahun Derita Lumpuh, Kasnadi Hanya Berteman Gambar Foto Model Kasnadi, menderita lumpuh hampir 50 tahun. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang - Kasnadi, 57 tahun, lumpuh sejak usai 8 tahun. Kini dia hidup sebatang kara dan hanya mengandalkan pemberian para tetangga. Hampir 50 tahun hanya berbaring. Setiap hari dilewatinya dengan memandangi gambar foto model yang menempel di dinding dekat tempat tidurnya.

Kasnadi tinggal di sebuah rumah nonpermanen berukuran 4x3 meter yang terbuat dari papan kayu. Rumah itu berdiri di atas tanah milik seorang kerabat jauhnya. Sedangjkan pembangunannya adalah hasil iuran dan gotong-royong warga.

Selama seharian penuh ia hanya bisa berbaring di atas tempat tidurnya melakukan segala aktivitas. Sesekali makan dan ketika tiba waktu sholat ia pun sholat di atas kasur.

Baca juga: Sudah 50 Tahun Derita Lumpuh, Kasnadi di Rembang Hidup Sebatang Kara


Di atas tempat tidur, Kasnadi hanya berteman dengan sebuah HP miliknya dan sebuah gambar foto model perempuan yang dipasang di dinding dekat tempat tidurnya. Sesekali ia berinteraksi dengan tetanganya melalui HP jika terjadi sesuatu yang tidak bisa dilakukannya.

"Ini dia cuma bisa pegang HP. Itu HP diberikan oleh para pemuda di sini yang merasa kasihan. Termasuk ada TV ini di dalam kamar, hasil iuran warga yang sengaja dipasang untuk hiburan ketika mereka menunggui," ujar Sri Lestari, tetangga Kasnadi, Kamis (7/12/17).

50 Tahun Derita Lumpuh, Kasnadi Hanya Berteman Gambar Foto ModelGambar foto model, 'teman hidup' Kasnadi (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)


Kasnasdi tinggal di Dusun Majasem, Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Rembang. Kepada detikcom yang mengunjunginya, Kasnadi mengaku mengalami kelumpuhan di usia 8 tahun, akibat terjatuh saat bermain dengan teman-teman seusianya.

Rumah yang dihuni Kasnadi, jauh dari layak. Jika turun hujan, rumah itu kebanjiran setinggi mata kaki orang dewasa. "Rumah warga dan jalan desa di sini sudah ditinggikan. Sehingga rumahnya (Kasnadi) ini kalau hujan ya yang kebanjiran sendiri, karena lokasi paling paling rendah," tutur Sumarjan, tetangga rumah Kasnadi.

"Kalau sudah hujan, pasti saya bersama suami dan anak-anak segera bersiap membersihkan air di rumah Pak Kasnadi. Kalau tidak ini bisa banjir sampai dalam," tambah Sri Lestari.

Kasnadi sendiri hanya bisa pasrah dengan kondisinya tersebut. Beruntung, masih ada tetangga yang peduli dengan kondisinya. "Saya sudah pasrah dengan takdi. Kondisi seperti ini, saya sudah tidak bisa apa-apa," kata Kasnadi pasrah.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed