Cegah Narkoba, Ibu-ibu Diajak Awasi Perubahan Perilaku Anak

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 06 Des 2017 18:30 WIB
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
boyolali - Peran orang tua khususnya ibu sangat besar dalam membentengi anak-anaknya terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. Para ibu pun diajak mengamati perubahan tingkah laku anak.

"Berbicara mengenai narkoba, apa sih cara mengetahui anak pakai narkoba? Kan narkoba banyak (jenisnya), nggak mungkin ngapalin satu-satu. Yang paling gampang itu adalah perubahan tingkah laku," kata Lula Kamal kepada para wartawan sebelum tampil sebagai pembicara dalam talk show bertema Peran Ibu dalam Memerangi Bahaya Narkoba dan HIV-Aids di Balai Sidang Mahesa, Boyolali Rabu (6/12/2017).

Menurut Lula yang juga seorang dokter, kedekatan ibu dengan anak menjadi benteng ampuh mengantisipasi penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, ibu lebih jeli memperhatikan tingkah laku anak-anaknya. Perubahan sekecil apapun bisa diketahui.
Lula Kamal talkshow di BoyolaliLula Kamal talkshow di Boyolali Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Perubahan perilaku tidak hanya dari rajin menjadi malas. Kalau Cuma dari rajin ke malas itu gampang (mengenalinya). Terkadang dari males ke rajin. Pokoknya ada perubahan tingkah polah," jelas Lula.

Bicara penyalahgunaan narkoba, kata Lula, membuat merinding karena dampaknya sangat besar. Bila dibiarkan terus, anak bakal semakin terpuruk dan berdampak terhadap kesehatan maupun psikisnya.

Berbicara di hadapan ribuan ibu-ibu dalam talk show tersebut, Lula menjelaskan berbagai jenis narkoba, cara pemakaiannya hingga dampaknya. Termasuk juga pil PCC yang akhir-akhir ini sedang marak.

Selain itu juga Siti Atiqoh Ganjar Pranowo, istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga menjadi salah satu pembicara.

Senada dengan Lula Kamal, Atiqoh juga menyebut peran ibu atau orang tua sangat penting dalam membentengi anaknya dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.

Berkait dengan kasus HIV/AIDS, Atiqoh menyebutkan, jumlah penderitanya di wilayah Jawa Tengah hingga tahun 2017 ini sekitar 19 ribu orang. Yang meninggal dunia sekitar 1.400 orang.

"Seperti fenomena gunung es, itu yang tampak dipermukaan. Lha yang dibawah, yang belum ketahuan?" katanya.

Menurut dia, menularkan HIV/AIDS kepada istri juga bagian dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Karena itu melanggar hak bagi pasangan untuk hidup sehat," ucapnya.

"Di PKK Jateng, ada kader pendamping keluarga. Kader tersebut memberikan sosialiasasi dan pendampingan kepada ibu-ibu untuk disadarkan tentang hak-haknya. Bahwa sebagai istri harus diayomi dan apabila itu tidak terpenuhi bisa melaporkan," imbuh dia. (bgs/bgs)